Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Mobil Tahanan Mesir Menyamar Jadi Coca-Cola

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pengguna media sosial Mesir dihebohkan dengan rekaman video yang menunjukkan sebuah mobil diduga milik polisi menggunakan logo Coca-Cola.

Kendaraan yang biasa dipergunakan untuk mengangkut tahanan itu dicat dengan warna khas Coca-Cola, merah, lengkap dengan logo minuman ringan tersebut.

Menanggapi rekaman tersebut, Coca-Cola Mesir menyatakan kendaraan itu bukan milik perusahaannya, dan pihaknya juga tidak mengizinkan logonya dipakai oleh kendaraan atau fasilitas milik pemerintah.

“Truk ini bukan milik Coca-Cola dan [perusahaan] tidak mengizinkan truk ini menggunakan mereknya. Kami akan mengambil seluruh langkah hukum yang diperlukan terhadap mereka yang bertanggung jawab atasnya,” kata Coca-Cola Mesir lewat akun resminya di Twitter dalam bahasa Arab, lansir Al-Arabiya Sabtu (15/3/2014).

Para pengguna media sosial menduga, polisi Mesir kemungkinana sengaja “menyamarkan” kendaraan tersebut guna melindungi petugasnya. Pasalnya, belakangan kerap terjadi serangan terhadap polisi dan tentara.

Pengguna lainnya memberikan komentar sinis. “Apa ada kesepakatan antara pihak keamanan Mesir dan @CocaCola untuk menggunakan logonya untuk membunuh rakyat Mesir?” tulis seorang pengguna Twitter.

“Tanya CocaCola: Hey @CocaCola, kenapa kendaraan-kendaraan polisi #Mesir dicat dengan warna dan logomu?,” kicau seorang penulis ternama Mesir Ahdaf Soueif.

Sebagian lainnya mengajak boikot atas perusahaan itu sampai ada keterangan jelas.

“Boikot @CocaCola,” kata pengguna Twitter bernama Teresa Mohamed, yang menuntut agar Coca-Cola Mesir menjelaskan dukungan mereka terhadap kebrutalan polisi.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Sudan Kunjungi Rezim Bashar al Assad

Presiden Sudan Kunjungi Rezim Bashar al Assad

Saadi Qadhafi Peringatkan Potensi Perang Saudara

Saadi Qadhafi Peringatkan Potensi Perang Saudara

Dua Tokoh Senior BBC News Mengundurkan Diri terkait Skandal Seks

Dua Tokoh Senior BBC News Mengundurkan Diri terkait Skandal Seks

Angkot Dilarang Masuk Pusat Kota Nairobi Ribuan Orang Jalan Kaki

Angkot Dilarang Masuk Pusat Kota Nairobi Ribuan Orang Jalan Kaki

Raja Yordania Ajak Islamis Ikut Pemilu

Raja Yordania Ajak Islamis Ikut Pemilu

Baca Juga

Berita Lainnya