Kamis, 25 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Protes Massal Penodaan Al-Quran di Mauritania

bbc
Merobek Al-Quran bisa dianggap sebagai aksi simbolis menghina agama Islam
Bagikan:

Hidayatullah.com–Ratusan warga Mauritania melakukan aksi unjuk rasa di jalanan ibukota Noukakchott untuk memprotes penghinaan atas Al-Quran.

Polisi sampai melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang ingin menuju ke kantor presiden.
Mereka menuntut penangkapan empat orang pria yang mengenakan serban yang mereka anggap mengambil Al-Quran dari sebuah masjid di bagian utara ibukota.

Seperti diketahui, aksi besar-besaran umat Islam ini muncul pasca adanya laporan penyobekan kitab suci Al-Quran di Nouackchott, Mauritania. Menurut seorang imam lokal seperti dilansir dari BBC, kitab suci umat Islam itu telah disobek dan dibuang ke toilet oleh sejumlah pria yang mengenakan turban untuk menutupi wajah mereka.

Tak hanya itu, para pelaku yang berjumlah empat orang itu bahkan melakukannya di dalam masjid. Namun, hingga kini masih belum jelas motif para pelaku. Imam Mohamedoun Ould Mohamed Salem, mengatakan, para pria mengambil empat Al-Quran, yang kemudian disobek dan dilemparkan ke toilet masjid.

Berita ini akhirnya memicu kemarahan umat Islam di pusat kota. Mereka menuntut para pelaku ditangkap dan diberi hukuman mati karena telah menghujat agama Islam. Selain itu, para demonstran juga membakar barikade dan pertokoan yang tetap tutup pada hari Senin itu.

Polisi sudah melakukan penyelidikan atas dugaan pengrusakan Al-Quran itu namun beritanya menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut dan mendorong sejumlah warga yang marah turun ke jalan.

Para pengunnuk rasa antara lain membakar ban dan menutup jalanan.

Mauritania menerapkan syariah Islam walau hukuman mati tidak pernah lagi dijatuhkan dalam kasus pelecehan agama sejak tahun 1980-an.

Bulan Januari seorang pemuda Muslim terancam hukuman mati setelah dinyatakan bersalah karena tindakan murtad setelah menulis artikel yang dianggap mengkritik Nabi Muhammad namun akhirnya dijatuhi hukuman penjara.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Gereja Tua di Pulau Akdamar Turki Kembali Dibuka untuk Liturgi Umat Kristen Dunia

Gereja Tua di Pulau Akdamar Turki Kembali Dibuka untuk Liturgi Umat Kristen Dunia

Delapan Luka Dalam Serangan Granat di Sebuah Bar Malaysia

Delapan Luka Dalam Serangan Granat di Sebuah Bar Malaysia

Membunuh Setengah Juta Ekor Lebah Madu 2 Bocah Dikenai Tuduhan Berlapis

Membunuh Setengah Juta Ekor Lebah Madu 2 Bocah Dikenai Tuduhan Berlapis

Setelah Salafy, Jamaah Al-Islamiyyah Berencana Keluar dari Aliansi Bentukan Al-Ikhwan

Setelah Salafy, Jamaah Al-Islamiyyah Berencana Keluar dari Aliansi Bentukan Al-Ikhwan

Amerika dan Jerman akan Tarik Rudal Patriot dari Turki

Amerika dan Jerman akan Tarik Rudal Patriot dari Turki

Baca Juga

Berita Lainnya