Senin, 18 Oktober 2021 / 11 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Nyapres, Hamdeen Sabahy Tak Berharap Suara dari Al-Ikhwan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Politisi sayap kiri Mesir, Hamdeen Sabahy, hari Ahad (2/3/2014) mengatakan kepada stasiun televisi Al-Arabiya bahwa dirinya tidak mencari suara dari anggota Al-Ikhwan Al-Muslim dan menyebut peluangnya “tinggi” dalam pemilu presiden tahun ini.

“Saya tidak mencari suara dari orang-orang yang melihat 25 Januari sebagai langkah mundur dan 30 Juli [maksudnya 3 Juli, red] sebagai sebuah kudeta,” kata Sabahy pimpinan partai sosialis At-Tayar Ash-Shaibi Al-Masri.

Menunjukkan optimismenya, politisi pertama yang menyatakan akan maju sebagai calon presiden dalam pemilu mendatang itu berkata, “Dalam pemilihan lalu semua orang mengira saya memiliki peluang yang kecil. Tetapi semua orang terkejut ketika saya mendapatkan 5 juta suara yang dianugerahkan Tuhan kepada saya.”

“Pemilu yang akan datang ini akan lebih sulit, tetapi peluang saya akan tinggi,” imbuhnya.

Revolusi 25 Januari pada 2011 menjatuhkan rezim Husni Mubarak dan melahirkan pemerintahan baru hasil pemilu demokratis, yang menaikkan Muhammad Mursy ke kursi presiden pada 2012.

Mursy yang berasal dari kelompok Al-Ikhwan Al-Muslimun didepak dari posisinya pada 3 Juli 2013 oleh militer, menyusul demonstrasi rakyat yang berunjuk rasa menuntut dirinya mundur 1 tahun setelah menjabat. Pendongkelan itu disebut sebagai revolusi kedua.

Sabahy, yang menggawangi Front Keselamatan Nasional, merupakan salah satu politisi yang ikut menggulingkan Mursy.

Meskipun mengaku menghormati militer, Sabahy menyarankan agar Abdul Fattah Al-Sisi, pimpinan militer sekaligus menteri pertahanan yang mengkudeta pemerintahan Mursy, tidak ikut mencalonkan diri dalam pemilu presiden mendatang.

Sarannya itu, kata Sabahy, bukan berarti dirinya tidak menghormati peran militer selama ini dan itu bukan masalah pro atau menentang Al-Sisi.

Dalam wawancara itu Sabahy juga menentang kebijakan PM El-Beblawi yang mengharuskan unjuk rasa mendapatkan izin dari pemerintah jauh-jauh hari sebelum digelar.

Di bawah Hazem El-Beblawi, pemerintahan Mesir meskipun menyerap semangat revolusi, namun menjadi terlalu birokratis, kata Sabahy.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Mursy Teriakan “Labbaik Ya Gaza” Kami Penuhi Panggilanmu Wahai Gaza!

Mursy Teriakan “Labbaik Ya Gaza” Kami Penuhi Panggilanmu Wahai Gaza!

Islam Makin Berkembang di Amerika Latin

Islam Makin Berkembang di Amerika Latin

Kecam Pembakaran Kedubes, Erdogan: Eksekusi Urusan Dalam Negeri Saudi

Kecam Pembakaran Kedubes, Erdogan: Eksekusi Urusan Dalam Negeri Saudi

Israel Alami Gelojak Akibat Rasisme

Israel Alami Gelojak Akibat Rasisme

Warga Saudi Ingin Pergi ke Al Aqsha

Warga Saudi Ingin Pergi ke Al Aqsha

Baca Juga

Berita Lainnya