Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pegiat Hak Asasi: Pemerintah Myanmar Dorong Diskriminasi terhadap Rohingya

Reuters
Penduduk Rohingya yang mendapat perlakuan kekerasan dari warga Myanmar.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kelompok pegiat hak asasi mengaku memiliki dokumen yang menunjukkan sikap pemerintah Myanmar yang melakukan diskriminasi atas umat Islam Rohingya.

Fortify Rights mengungkapkan, dari dokumen yang bocor itu terdapat instruksi dari pemerintah Myanmar untuk mendorong diskriminasi atas warga Rohingya, antara lain dengan membatasi pergerakan mereka.

BBC melaporkan Selasa (25/2/2014), dari 12 dokumen pemerintah antara tahun 1993-2013 yang dikaji, ditemukan bahwa pemerintah Myanmar antara lain menerapkan pembatasan perkawinan, kelahiran, perbaikan rumah, maupun pembangunan rumah ibadah.

Umat Islam Rohingya juga dilarang melakukan perjalanan antar-kota atau ke luar dari negara bagian Rakhine tanpa izin.

Hingga berita ini diturunkan pemerintah Myanmar belum memberikan tanggapan atas tuduhan itu.

Pemerintah Myanmar menganggap warga Rohingya yang beragama Islam sebagai kaum pendatang dan bukan sebagai warga negara. Namun warga Rohingya merasa bagian dari Myanmar, dan mengaku mendapat perlakuan buruk.

Dalam beberapa tahun belakangan marak aksi kekerasan atas umat Islam Rohingya di negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha.

PBB menempatkan Rohingya sebagai komunitas yang paling sering dianiaya di dunia.

Serangkain kekerasan sejauh ini menyebabkan sekitar 200 wargaRohingya tewas dan puluhan ribu mengungsi dari rumah mereka.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Obama tegaskan Pemerintahnya Tidak Ikut Menggulingkan Husni Mubarak

Obama tegaskan Pemerintahnya Tidak Ikut Menggulingkan Husni Mubarak

Diam’s Rapper Prancis yang Kini Berjilbab

Diam’s Rapper Prancis yang Kini Berjilbab

70.000 Taksi di Beijing Dipasangi Penyadap

70.000 Taksi di Beijing Dipasangi Penyadap

Mali akan Rekrut 10.000 Prajurit untuk Perangi Militan Muslim

Mali akan Rekrut 10.000 Prajurit untuk Perangi Militan Muslim

Masyarakat Amerika Serikat Diimbau Berhenti Gunakan Rokok Elektrik

Masyarakat Amerika Serikat Diimbau Berhenti Gunakan Rokok Elektrik

Baca Juga

Berita Lainnya