Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Utamakan Hewan daripada Agama, Denmark Larang Penyembelihan Halal

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pemerintah Denmark efektif memberlakukan larangan penyembelihan hewan menurut aturan agama mulai Selasa (18/2/2014), yang berarti warga Muslim dan Yahudi tidak dapat menyembelih hewan secara halal dan kosher.

Undang-undang itu, yang diusulkan oleh kelompok penyayang binatang selama bertahun-tahun, pekan lalu diumumkan akan diberlakukan secara efektif mulai hari Selasa kemarin, lansir The Independent.

Kelompok Muslim dari organisasi nirlaba Danish Halal menyebut undang-undang tersebut sebagai “interfensi terang-terangan atas kebebasan beragama.” Sedangkan kelompok Yahudi, seperti biasa, menudingnya sebagai “anti-Semit.”

Regulasi Eropa mengharuskan hewan yang akan disembelih dibuat pingsan terlebih dahulu, namun ada pengecualian bagi penyembelihan secara agama.

Menurut aturan Islam dan Yahudi, hewan yang akan disembelih tidak boleh dibuat pingsan atau hewan harus dalam kondisi sadar ketika dijagal.

Membela keputusan pemerintah, Menteri Pertanian dan Pangan Denmark Dan Jorgensen kepada stasiun televisi TV2 mengatakan bahwa “hak-hak hewan lebih didahulukan daripada agama.”

Tetapi apakah Denmark benar-benar sayang binatang?

Klaim mereka terbantahkan dengan fakta bahwa pengelola kebun binatang di Kopenhagen sengaja membunuh seekor hewan jerapah muda berusia 2 tahun, dengan alasan gen yang berada di dalam tubuhnya terlalu sama dengan gen jerapah-jerapah lain yang dikembangbiakkan di kebun binatang itu.

Marius, nama jerapah itu, dibunuh hari Ahad pagi 9 Februari lalu di depan anak-anak pengunjung kebun binatang dan kemudian dijadikan santapan singa. Padahal, Marius adalah hewan yang sangat sehat.

Larangan penyembelihan hewan menurut aturan agama itu menimbulkan protes di kalangan warga Muslim dan Yahudi.

David Krikler lewat akun Twitter @davekrisks menulis, “Di Denmark menjagal seekor jerapah sehat di depan anak-anak dianggap keren, tetapi seekor ayam kosher/halal dianggap ilegal.”

“Menjijikkan,” kata Byakuya Al-Hassan (@SirOthello), sebab “negara yang sama yang menjagal seekor jerapah dihadapan publik untuk memberi makan singa-singa … melarang daging halal dengan alasan prosedur.”

“Denmark melarang penyembelihan hewan menurut agama. Bahkan singa-singa di kebun binatang pun tidak diperbolehkan menikmati jerapah halal,” sindir Mogens Larsen (@Moq72).*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Ketahuan, Ratu Elizabeth II Sembunyikan Harta di Luar Negeri

Ketahuan, Ratu Elizabeth II Sembunyikan Harta di Luar Negeri

Komisi Antikorupsi Malaysia Minta 80 Individu dan Entitas Kembalikan Jutaan Ringgit Dana 1MDB

Komisi Antikorupsi Malaysia Minta 80 Individu dan Entitas Kembalikan Jutaan Ringgit Dana 1MDB

Kirim Uang ke Putranya, Wanita Prancis Divonis Mendanai Terorisme

Kirim Uang ke Putranya, Wanita Prancis Divonis Mendanai Terorisme

Dubai Keluarkan Surat Penangkapan Terhadap Kepala Mossad

Dubai Keluarkan Surat Penangkapan Terhadap Kepala Mossad

Gara-Gara Kedinginan Pakai Rompi, Presiden Bolivia Pecat Menteri Pertahanannya

Gara-Gara Kedinginan Pakai Rompi, Presiden Bolivia Pecat Menteri Pertahanannya

Baca Juga

Berita Lainnya