Rabu, 3 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Internasional

Syeikh Sholeh al Fauzan: “Umat Islam Satu Hizb, jangan Saling Membid’ahkan”

hidayatullah.com/Dinul Haq
Syeikh Dr. Sholeh bin Fauzan al Fauzan di Universitas Madinah
Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang ulama besar Arab Saudi yang juga anggota Majelis Fatwa, Syeikh Dr. Sholeh bin Fauzan al Fauzan  mengingatkan para penuntut ilmu agar tidak bersifat fanatik terhadap golongan, mazhab dan tokoh yang mengundang perpecahan.

“Umat Islam itu satu hizb, satu jamaah yang tidak menerima perpecahan. Janganlah kita saling membelakangi, saling membid’ahkan dan mengkafirkan satu sama lain di antara kita,” demikian tegas Syeikh al Fauzan di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang berasal dari seluruh dunia di aula utama al Malik Saud kampus UIM, Senin (17/02/2014) kemarin

Menurutnya, hal tersebut karena umat Islam itu satu “partai” dan satu jamaah yang tidak menerima perpecahan yang melemahkan umat.

Acara yang dipandu langsung oleh rektor UIM Prof. Dr. Abdurrahman as Sanad  tersebut merupakan rangkaian acara kunjungan resmi Syeikh al Fauzan ke kota suci al Madinah al Munawwarah.

Dalam pidatonya, beliau juga mengingatkan dampak negatif dari Taassub dan perpecahan. Menurut anggota Hai’ah Kibar Ulama (MUI-nya Arab Saudi) ini, fanatik golongan adalah musibah dan azab, sedangkan berpegang teguh pada tali Allah adalah kewajiban dan kemenangan.

“Kita adalah saudara dan kaum muslimin seperti satu jasad, ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam sangat serius untuk memecah persatuan diantara kita, maka kewajiban kita untuk terus bersatu di bawah naungan al Quran dan as Sunnah, kalau tidak kita akan lemah,” kata Syeikh al Fauzan.

Berbeda pendapat, kembalikan al Quran dan as Sunnah

Syeikh al Fauzan juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat di masalah-masalah furu’iyah mungkin saja terjadi dan solusinya adalah mengembalikan masalah tersebut kepada al Quran dan as Sunnah tanpa ta’assub (fanatisme) kepada pendapat seorang tokoh atau yang lainnya, tetapi kita ber-taasub kepada kebenaran yang dibawa oleh syariat.

“Tujuan kita adalah mencapai kebenaran, bila ada seseorang diantara kita yang salah dinasehati untuk kembali pada kebenaran, dengan penuh hikmah menjaga rasa cinta dan menghindari perdebatan antara kaum muslimin,” demikian terang Syeikh yang juga anggota Majma’ Fiqhi di Makkah ini.

Di hadapan ribuan mahasiswa Universitas Islam Madinah (UIM) yang berasal dari seluruh dunia di aula utama al Malik Saud kampus UIM, Syeikh Sholeh juga menyinggung empat imam mazhab; Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad, adalah imam sunnah yang harus diikuti.*/Muhammad Dinul Haq, Kontributor hidayatullah.com di Madinah

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

India: Desakan Keadilan untuk Gadis Muslim yang Dibakar Hidup-hidup

India: Desakan Keadilan untuk Gadis Muslim yang Dibakar Hidup-hidup

Pelaku Corat-Coret Monumen Holocaust Ditangkap

Pelaku Corat-Coret Monumen Holocaust Ditangkap

Mein Kampf dan 2 Buku Ku Klux Klan Layak Baca di Penjara Texas

Mein Kampf dan 2 Buku Ku Klux Klan Layak Baca di Penjara Texas

Poster-poster Bernada Kebencian terhadap Islam Bertebaran di Sydney

Poster-poster Bernada Kebencian terhadap Islam Bertebaran di Sydney

Presiden Musevani: Orang Uganda Mati Kekenyangan

Presiden Musevani: Orang Uganda Mati Kekenyangan

Baca Juga

Berita Lainnya