Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Abu Dhabi Panggil Dubes Qatar Soal Yusuf Al-Qaradhawi

Syeikh Dr Yusuf Al Qaradhawi
Bagikan:

Hidayatullah.com—Abu Dhabi memanggil duta besar Qatar untuk Uni Emirat Arab, Faris al-Nuaimi, hari Ahad (2/2/2014) dan memberikannya memo protes atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Yusuf Al-Qaradhawi, ulama asal Mesir yang dikenal dekat dengan Al-Ikhwan Al-Muslimun dan kini bermukim di Doha.

Koresponden Al-Arabiya melaporkan, Al-Qaradhawi yang sudah dilucuti kewarganegaraannya oleh Mesir sejak puluhan tahun lalu, menyerang pemerintah UEA dalam salah satu khutbah Jumat-nya.

Al-Qaradhawi merupakan pimpinan International Federation of Muslim Scholars (IFMS) yang berafiliasi dengan Al-Ikhwan.

Tokoh Muslim yang kini berusia 87 tahun itu dilaporkan mengeluarkan pernyataan anti-UEA, baik ketika khutbah Jumat maupun di stasiun televisi pemerintah Qatar. Al-Qaradhawi mengatakan bahwa UEA tidak mendukung sebuah pemerintahan Islam. Pernyataan itu berkaitan dengan masalah kudeta atas pemerintahan Muhammad Mursy, politisi asal Al-Ikhwan, di Mesir.

“Kami menunggu dari tetangga kami untuk mengungkapkan penolakan tegasnya atas pelanggaran ini dan memberikan penjelasan yang cukup serta menjamin bahwa insiden fitnah dan hasutan semacam itu tidak terjadi lagi, meskipun UEA menghargai kebebasan berekspresi dan berpendapat,” lapor kantor berita UEA, WAM, mengutip Menteri Luar Negeri Anwar Qarqash.

Menteri Qarqash mengatakan bahwa pemerintah Abu Dhabi menolak pidato-pidato yang menyulut kekerasan dan kebencian.

Sementara itu kantor berita Qatar, QNA, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Qatar Khalid bin Muhammad Al-Attiyyah mengatakan, pernyataan-pernyataan yang dibuat Yusuf Al-Qaradhawi tidak mewakili kebijakan luar negeri resmi negaranya.

“Kebijakan luar negeri Qatar hanya diutarakan dan disampaikan melalui saluran-saluran resmi pemerintah,” kata Attiyyah.

Dia juga mengatakan bahwa hubungan Qatar-UEA adalah strategis dan GCC (Gulf Cooperation Council) merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sehingga keamanan negara Qatar juga berarti keamanan bagi UEA dan sebaliknya.

Qatar adalah negara anggota GCC yang dikenal banyak menampung anggota-anggota Al-Ikhwan Al-Muslimun yang meninggalkan negara asalnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Habibie Khawatirkan Dana Bantuan Aceh

Habibie Khawatirkan Dana Bantuan Aceh

Michel Platini Diperiksa Kejaksaan Swiss Terkait Dugaan ‘Uang Haram’ dari FIFA

Michel Platini Diperiksa Kejaksaan Swiss Terkait Dugaan ‘Uang Haram’ dari FIFA

Muhammadiyah Harap Jamaah Tabligh Patuhi Kebijakan Pemerintah India

Muhammadiyah Harap Jamaah Tabligh Patuhi Kebijakan Pemerintah India

Seniman Kristen Yordania Membuat Replika Kubah Al-Shakhrah

Seniman Kristen Yordania Membuat Replika Kubah Al-Shakhrah

Pendeta NY: Anak-Anak yang Menggoda Berbuat Cabul

Pendeta NY: Anak-Anak yang Menggoda Berbuat Cabul

Baca Juga

Berita Lainnya