Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Banyak Pengungsi Yarmuk jadi Sasaran Sniper

Para wanita dan anak-anak yang seharusnya mendapat perlindung justru jadi sasaran Sniper
Bagikan:

Hidayatullah.com–Lembaga Amnesti Internasional memberikan keterangan mengenai tragedi yang terjadi di kamp pengungsi di Yarmuk.

Menurut laporan seorang perawat rumah sakit, sejak pertengahan November lalu hingga sekarang, banyak penduduk yang ditembak oleh sniper (penembak jitu) saat mereka mencari makanan.

“Setiap hari lebih kurang ada empat orang yang dibawa ke rumah sakit kami karena ditembak oleh sniper saat mengumpulkan tumbuhan dan rerumputan di perkebunan. Kebanyakan adalah wanita,” demikian pengakuan seorang perawat dikutip Anadolu Ajansı (AA) Hari Sabtu (18/01/2014).

Para wanita tersebut mempertaruhkan nyawa demi anak-anaknya. Sebelumya,  seorang pemuda usia antara 16-17 tahun meninggal karena ditembak dan dibawa ke rumah sakit.

“Kamu meninggal saat mengumpulkan rumput untuk keluargamu,” demikian Isak sang ayah ditirukan perawat.

Pemandangan ini sangat menyedihkan,’ ungkap perawat tersebut.

Sebagaimana diketahui, Kamp Yarmuk berada di bawah kontrol kekuatan rezim tangan besi Bashar al Asaad.

Pada 16 Januari lalu pun, situs berita Anadolu Ajansı juga melansir bahwa tentara Asaad menghantam kawasan terisolir ini dengan bom barel, sehingga menewaskan 9 orang, sedangkan puluhan lainnya luka-luka.*/Andika rahman (Turki)

Rep: Admin Hidcom
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Italia Temukan Pilot F-16 Amerika yang Jatuh

Italia Temukan Pilot F-16 Amerika yang Jatuh

“Nabi” Pemimpin Gerakan Bundu Dia Kongo Ditangkap

“Nabi” Pemimpin Gerakan Bundu Dia Kongo Ditangkap

Riset: Kualifikasi Sama Tapi Gaji Perempuan Lebih Rendah

Riset: Kualifikasi Sama Tapi Gaji Perempuan Lebih Rendah

Pengikut Muqtada Al Sadr Tuntut Kesejahteraan

Pengikut Muqtada Al Sadr Tuntut Kesejahteraan

Penuhi Wasiat, Parlemen Kuba Setujui UU Larangan Pengkultusan Fidel Castro

Penuhi Wasiat, Parlemen Kuba Setujui UU Larangan Pengkultusan Fidel Castro

Baca Juga

Berita Lainnya