Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Orang Arab Saudi Lebih Suka Jadi PNS

Bagikan:

Hidayatullah.com—Mayoritas tenaga kerja Arab Saudi lebih suka menjadi pegawai negeri sipil. Demikian hasil jajak pendapat oleh situs pencari kerja Bayt.com.

Sekitar 63 persen responden mengatakan lebih memilih menjadi PNS daripada pegawai swasta.

“Gaji dan tunjangan yang lebih baik, jam kerja lebih baik dan sifat pekerjaan itu sendiri dan lingkungan kerja yang lebih baik,” menjadi faktor pendorong mengapa orang Saudi banyak yang ingin menjadi PNS, kata wakil direktur penjualan Bayt.com Suhail Masri dikutip Al-Arabiya Senin (6/1/2014).

Responden dalam jajak pendapat itu adalah profesional di lingkungan lembaga pemerintahan dan juga di bidang-bidang lainnya, kata Suhail.

Program ‘saudisasi’ di berbagai bidang lapangan kerja yang dikenal dengan program Nitaqat, dinilai berhasil menarik lebih banyak warga Saudi untuk bekerja di sektor swasta.

“Program Nitaqat membantu banyak warga Saudi baik pria maupun wanita mendapatkan pekerjaan di sektor swasta,” kata Masri.

Survei Industri Papan Atas di Timur Tengah dan Afrika Utara yang digelar Bayt.com itu menunjukkan, 48 responden asal Saudi mengaku puas dengan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaannya. Sebanyak 46 persen mengaku puas dengan gaji yang diperolehnya.

Survei itu menunjukkan, 54 persen responden menilai gaji di sektor minyak, gas dan petrokimia lebih baik dibanding sektor lainnya. Sementara 29 persen menilai pekerjaan disektor keuangan dan perbankan lebih menarik.

Responden Saudi berpendapat pekerjaan sektor konstruksi merupakan pekerjaan yang paling membuat stres, setidaknya menurut 28 persen responden. Disusul kemudian bidang keuangan dan perbankan 19 persen dan sektor petrokimia 18 persen.

Gaji yang lebih besar, kesempatan berkarir lebih baik dan tunjangan lebih banyak menjadi alasan utama mengapa orang pindah pekerjaan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Turki Mengutuk Peristiwa Islamofobia dan Pembakaran Al-Quran di Swedia

Turki Mengutuk Peristiwa Islamofobia dan Pembakaran Al-Quran di Swedia

Sebelum Menjangkiti Orang di Rusia, Otoritas Inggris Bilang Risiko H5N8 Menular ke Manusia Sangat Rendah

Sebelum Menjangkiti Orang di Rusia, Otoritas Inggris Bilang Risiko H5N8 Menular ke Manusia Sangat Rendah

Yaman Butuh Dana Asing Sebesar 11 Miliar Dolar

Yaman Butuh Dana Asing Sebesar 11 Miliar Dolar

Presiden Erdogan: Kami akan Terus Buru FETO di Mana Pun Berada

Presiden Erdogan: Kami akan Terus Buru FETO di Mana Pun Berada

Hampir Seperempat Keluarga Amerika Minta Makan ke Dapur Gereja

Hampir Seperempat Keluarga Amerika Minta Makan ke Dapur Gereja

Baca Juga

Berita Lainnya