Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kuasai Kota Iraq, Al-Qaidah Kibarkan bendera Kemenangan

AP
Warga menyerukan slogan-slogan anti pemerintah yang dikuasai kelompok Syiah dalam sebuah upacara pemakaman seorang pria yang tewas dalam bentrokan antara al-Qaidah dan polisi di Fallujah (04/01/2013).
Bagikan:

Hidayatullah.com–Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS), yang terkait al-Qaidah dan aktif di kedua negara, telah mengusir polisi keluar dari pusat kota Fallujah.

Warga menyerukan slogan-slogan anti pemerintah yang dikuasai kelompok Syiah di Iraq dalam sebuah upacara pemakaman seorang pria yang tewas dalam bentrokan antara   al-Qaidah dan polisi di Fallujah (04/01/2014).

Pemberontak dan polisi Iraq di provinsi Anbar yang bergejolak mengatakan pemerintah Iraq telah kehilangan kendali atas kota Fallujah. Kota tersebut jatuh ke tangan   al-Qaidah setelah pertempuran berhari-hari.

Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS), yang terkait al-Qaidah dan aktif di kedua negara, telah mengusir polisi keluar dari pusat kota.

Perdana Menteri Iraq Nouri al-Maliki mengatakan militer negara itu tidak akan mundur dari provinsi Anbar sampai mereka “mengenyahkan”   al-Qaidah di sana.

Al-Maiki mengatakan orang-orang provinsi Anbar kini bahu-membahu dengan angkatan bersenjata Iraq.

 “Ini adalah sikap yang benar dari rakyat Iraq. Mereka kembali angkat senjata untuk mengusir anggota al-Qaidah. Itu sikap sejati rakyat Iraq,” ujarnya dikutip Voice of America (VoA).

Pada Jumat, al-Qaidah mengibarkan bendera mereka di atas gedung-gedung pemerintah di Fallujah, sekitar 60 kilometer sebelah barat Baghdad, dan mendeklarasi negara Islam merdeka.

Saksi mata mengatakan   memutus aliran listrik di kota itu Jumat malam dan memerintahkan penduduk agar tidak menggunakan generator cadangan.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika hari Sabtu menyebut ISIS “barbarisme terhadap warga sipil” di Fallujah dan ibukota provinsi Anbar, Ramadi.

Wakil juru bicara Marie Harf menyatakan Amerika sedang berupaya mendukung “dengan cara apa saja yang mungkin” beberapa suku yang memberontak melawan ISIS.

Seorang wartawan lokal, yang meminta identitasnya tidak disebut karena takut pembalasan, kepada harian The Washington Post mengatakan, polisi dan pasukan lain pemerintah telah meninggalkan Fallujah dan bahwa al-Qaidah telah membakar semua bendera nasional Iraq.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jaksa Spanyol Tuntut Eks Bos IMF Rodrigo Rato 70 Tahun Penjara

Jaksa Spanyol Tuntut Eks Bos IMF Rodrigo Rato 70 Tahun Penjara

90 NGO Minta Myanmar Diskors dari Keanggotaan ASEAN

90 NGO Minta Myanmar Diskors dari Keanggotaan ASEAN

Korban Rawagede Dijanjikan Santunan 20.000 Euro

Korban Rawagede Dijanjikan Santunan 20.000 Euro

Takut Tertangkap ISIS/ISIL, Uni Emirat Arab Tak Terbangkan Pesawat Tempurnya

Takut Tertangkap ISIS/ISIL, Uni Emirat Arab Tak Terbangkan Pesawat Tempurnya

Mesir Mendeportasi Warga Jerman Dicurigai Miliki Hubungan DAESH

Mesir Mendeportasi Warga Jerman Dicurigai Miliki Hubungan DAESH

Baca Juga

Berita Lainnya