Selasa, 19 Oktober 2021 / 13 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Bangladesh Perintahkan Politisi Islam Digantung

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pengadilan kejahatan perang di Bangladesh memerintahkan agar seorang tokoh politisi Islam dihukum gantung, beberapa bulan setelah divonis hukuman seumur hidup.

Abdul Kadir Mullah, tokoh partai oposisi Jamaat-e-Islami, dinyatakan bersalah melakukan kejahatan perang saat perang pemisahan Bangladesh dari Pakistan 1971.

Dia bisa digantung kapan saja, kecuali Presiden Abdul Hamid melakukan intervensi ke Mahkamah Agung.

Atas keputusan itu, Jamaat-e-Islami menyerukan mogok massal hari Senin (9/12/2013), lansir BBC.

Pengadilan kejahatan perang dibentuk pada bulan Maret 2010, hampir empat puluh tahun Bangladesh memisahkan diri dari Pakistan, oleh Perdana Menteri Sheikh Hasina yang menjabat sejak 2009.

Pengadilan yang menarget para politisi Islam itu diada-adakan atas desakan kelompok liberal. Hasina dan pendukung liberalnya berdalih, kelompok Muslim berpihak kepada negara Islam Pakistan dan menghalang-halangi kemerdekaan Bangladesh. Baca berita sebelumnya, Agar bisa Perkarakan Partai Islam, Bangladesh Amandemen UU

Kelompok-kelompok aktivis HAM menyatakan bahwa pengadilan kejahatan perang bentukan Hasina itu tidak memenuhi standar internasional.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

NATO Usir 8 Diplomat Rusia Terduga Mata-Mata

NATO Usir 8 Diplomat Rusia Terduga Mata-Mata

Jamaah Umrah Didominasi Warga Iran

Jamaah Umrah Didominasi Warga Iran

Syeikh Al Buthy Dimakamkan di Samping Shalahuddin Al Ayubi

Syeikh Al Buthy Dimakamkan di Samping Shalahuddin Al Ayubi

Parlemen Yunani Setuju ‘Hukum Islam’ sebagai Alternatif bagi Minoritas Muslim

Parlemen Yunani Setuju ‘Hukum Islam’ sebagai Alternatif bagi Minoritas Muslim

Ada Teriakan Pro-Nazi, Konser Musik di Jerman Distop Polisi

Ada Teriakan Pro-Nazi, Konser Musik di Jerman Distop Polisi

Baca Juga

Berita Lainnya