Selasa, 16 Februari 2021 / 5 Rajab 1442 H

Internasional

Vatikan Bentuk Komisi Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual di Gereja

Paus Fransiskus.
Bagikan:

Hidayatullah.com—Paus Fransiskus membentuk sebuah komisi khusus untuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual di lingkungan gereja Katolik, demikian diumumkan ooleh uskup agung Boston Kamis (5/12/2013).

“Komisi itu akan dapat memberikan nasihat kepada Bapa Suci tentang perlindungan anak-anak dan perawatan pastoral untuk korban kekerasan [seksual],” kata Kardinal Sean O’Malley kepada para reporter.

Keputusan itu merupakan langkah pertama yang diambil Paus Fransiskus dalam menanggapi masalah kekerasan seksual terhadap anak-anak oleh para rohaniwan gereja.

Kasus kebejatan moral pendeta dan rohaniwan Katolik, telah memaksa gereja membayar kompensasi ratusan juta dolar di seluruh dunia, sehingga membuat bangkrut sebuah cabang keuskupan di Amerika Serikat.

Komposisi keanggotaan dan tugas dari komisi tersebut belum diputuskan, kata O’Malley. Namun sepertinya tugas mereka antara lain mengeluarkan pedoman-pedoman terkait perlindungan anak, meningkatkan pemeriksaan umum atas para pendeta, mengkaji langkah-langkah bantuan untuk korban dan melakukan koordinasi dan kerjasama dengan pihak berwajib dalam kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak oleh rohaniwan gereja.

Vatikan awal bulan ini dikecam karena menolak untuk membeberkan investigasi internal atas kasus-kasus kejahatan seksual. Sebagian pihak menuding Paus Fransiskus lambat dalam menangani masalah itu, lansir France24.

O’Malley tahun 2011 membuat terobosan, dengan mengumumkan kasus-kasus kejahatan seksual rohaniwan gereja yang terjadi di keuskupannya di Boston melalui database online.

Pengumuman Vatikan soal pembentukan komisi itu dilakukan pada hari ketiga dan terakhir rangkaian pertemuan tertutup antara Paus Fransiskus dengan sebuah komisi khusus beranggotakan 8 kardinal guna mendiskusikan bagaimana mereformasi tata kelola Vatikan yang sedang dililit banyak masalah itu.

Sekelompok kardinal tersebut, yang ditunjuk satu bulan setelah Paus Fransiskus menjabat, bertugas mempercepat reformasi gereja dan menangkal skandal-skandal, seperti kejahatan seksual terhadap anak dan korupsi. Mereka akan kembali rapat pada 17-19 Februari tahun depan, kata O’Malley.

Tahta Suci Vatikan bulan Januari 2014 akan ditanyai oleh Komisi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa, terkait respon Gereja Katolik tentang masalah kejahatan seksual terhadap anak dalam kaitannya dengan Konvensi Hak-Hak Anak 1990 yang ikut ditandatangani Vatikan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Saudi Teken Kerjasama Rekruitmen PRT dengan 6 Negara

Saudi Teken Kerjasama Rekruitmen PRT dengan 6 Negara

Rusia Blokir Situs Pro-Chechnya

Rusia Blokir Situs Pro-Chechnya

Ormas Malaysia Kecam Label Teror pada Ikhwanul Muslimin

Ormas Malaysia Kecam Label Teror pada Ikhwanul Muslimin

Bahrain Gagalkan Dua Kali Upaya Penyelundupan Bahan Peledak dari Iran

Bahrain Gagalkan Dua Kali Upaya Penyelundupan Bahan Peledak dari Iran

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Insinyur Dam Ethiopia yang Dibunuh

Ribuan Orang Hadiri Pemakaman Insinyur Dam Ethiopia yang Dibunuh

Baca Juga

Berita Lainnya