Brahimi Khawatir Suriah Jadi Somalia Kedua

Brahimi Khawatir Suriah Jadi Somalia Kedua

Terkait

Hidayatullah.com—Utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah Lakhdar Brahimi mengatakan, Presiden Bashar al-Assad dapat berkontribusi dalam transisi Suriah ke era baru, tetapi tidak sebagai pemimpin.

Brahimi yang tiba di Damaskus hari Senin, (28/10/2013) mengatakan hal itu dalam wawancara di Paris dengan situs Jeune Afrique yang dimuat hari Senin, lapor Al-Arabiya.

“Banyak orang di sekeliling Assad yang percaya bahwa pencalonannya (untuk pemilu presiden 2014) merupakan sebuah kenyataan. Dia menganggapnya itu sebagai hak absolut … di atas segalanya yang dia pikirkan adalah menuntaskan mandatnya,” kata diplomat asal Aljazair itu dikutip AFP.

“Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa setelah krisis semacam ini, tidak ada kata kembali. Oleh karena itu Presiden Assad bisa bermanfaat memberikan kontribusi pada masa transisi Suriah sebelumnya, yaitu era ayahnya (mediang Hafez al-Assad) dan dirinya, ke apa yang saya sebut sebagai Republik Suriah yang baru.”

Brahimi mengatakan, kesepakatan AS-Rusia untuk melucuti senjata kimia Suriah telah mengubah Assad yang semula sebagai seorang “pariah” menjadi “rekanan” dan semakin meyakinkan para pendukungnya bahwa dia tetap bisa berkuasa.

Lebih lanjut Brahimi menyatakan kekhawatirannya akan Suriah yang akan bernasib seperti Somalia, jika para pihak yang bertikai tidak mencapai kesepakatan damai.

“Ancaman yang sebenarnya di Suriah bukanlah pemisahan negara. Bahaya yang sebenarnya adalah semacam ‘Somalisasi’, bahkan lebih dalam dan berlangsung lebih lama dari apa yang kita lihat di Somalia,” kata Brahimi.

Oposisi menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan di Jenewa, Swiss, jika Assad tidak mau turun dari kursi kepresidenan.*

Rep: Ama Farah

Editor: Dija

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !