Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ketika Kertas dan Pensil Langka di Myanmar

MRI/ACT
Anak pengungsi Rohingya lomba menggambar
Bagikan:

Hidayatullah.com–Kehidupan anak-anak Muslim etnis Rohingya, Myanmar di pengungsian secara umum sangat menderita, baik secara fisik terlebih lagi secara psikis. Mereka tidur di tenda-tenda pengungsian beralaskan tikar seadanya. Dengan kondisi dinding tenda yang lapuk membuat angin bebas masuk menghempas tubuh-tubuh mungil yang terlelap, menambah dingin hingga merasuk ke tulang sumsum.

Jangankan mainan, untuk makan saja mereka harus menahan hasrat. Tak bisa memperoleh makanan enak apa lagi cukup gizi. Jangankan jajan, bisa tidur dengan lelap saja merupakan nikmat yang tak terlukis. Alat mainan, makanan, dan pakaian bagus menjadi barang langka yang sangat sulit dimiliki.

Situasi menjadi lain setelah Yusnirsyah Sirin, Ketua Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), menyambangi para pengungsi untuk berbagi kebahagiaan dan keceriaan. Selain mendistribusikan daging qurban pada momen Idul Qurban 1434 H beberapa hari lalu, MRI juga membagikan alat-alat permainan untu anak-anak Rohingya di pengungsian. Di antaranya berupa bola kaki, bola volley dan bola takraw.

Yus, sapaan Yusnirsyah, mengelar perlombaan menggambar dan mewarnai untuk anak-anak di pengungsian Dhar  Pie Camp Sittwe, Rakhine, Myanmar. Anak-anak sangat gembira dan antusias. Keceriaan terpancar dari wajah-wajah mungil tak berdosa. Sebanyak 22 orang anak terlibat dalam kegiatan itu.

“Maklum, sejak pecah kerusuhan dan hingga saat ini bertahan, di pengungsian (benda seperti) pensil warna, kertas bergambar apa lagi pakaian baru menjadi barang langka bagi anak-anak,” kata Yus dalam rilis Aksi Cepat Tanggap (ACT, induk MRI) yang diterima hidayatullah.com di Jakarta, Kamis (24/10/2013).

Beberapa relawan lokal turut terlibat mensukseskan acara tersebut, membagikan peralatan mewarnai, pensil warna dan kertas. Mereka juga menjadi juri untuk menentukan pemenang lomba. Setelah selesai perlombaan para peserta memamerkan hasil karya mereka.

“Meski dalam kondisi terisolasi, anak-anak memiliki daya imajinasi yang tinggi, hal ini terlihat dari corak goresan tangan mereka,” tutur Yus.

“Ada tiga pemenang yang mendapatkan hadiah yang mereka. Para pemenang memperoleh hadiah seperangkat alat menggambar ditambah baju baru bagi pemenang pertama,” tutup Yus.* Ahmad Muslim, ACT

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

WHO: Vaksinasi Meluas Covid-19 Belum akan Ada Sampai Pertengahan 2021

WHO: Vaksinasi Meluas Covid-19 Belum akan Ada Sampai Pertengahan 2021

Pekerja Bayer Protes Rencana PHK Massal

Pekerja Bayer Protes Rencana PHK Massal

Menghadirkan “Hollywood” di Saudi

Menghadirkan “Hollywood” di Saudi

Aparat Saudi Memburu Bocah 13 Tahun Pengajar Linting Ganja

Aparat Saudi Memburu Bocah 13 Tahun Pengajar Linting Ganja

AS Akan Segera Menguasai Minyak Iraq

AS Akan Segera Menguasai Minyak Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya