Selasa, 30 Maret 2021 / 16 Sya'ban 1442 H

Internasional

Janda Muammar Qadhafi Minta Jasad Suaminya Dikembalikan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Janda mendiang pemimpin Libya Muammar Qadhafi, yang tewas di tangan para penentangnya, mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa untuk membantu dirinya mendapatkan kembali jasad suami dan putranya, Mutassim.

Lewat sebuah surat yang dimuat situs radio Suara Rusia hari Ahad (20/10/2013), Safia Farkash juga meminta agar Uni Afrika memeriksa kematian suami dan putranya tersebut, lansir France24.

Qadhafi dan Mutassim ditangkap dan dibunuh oleh kelompok penentangnya pada 20 Oktober 2011, menyusul serangan udara oleh pasukan NATO yang dipimpin Amerika Serikat dan Prancis atas markas besar dan kediaman Qadhafi di Tripoli dengan mandat PBB lewat resolusi zona larangan terbang di Libya.

Muammar Qadhafi dikubur di sebuah tempat rahasia oleh para pemberontak, setelah sebelumnya mayatnya yang masih mengeluarkan darah –tanpa baju dan hanya mengenakan celana panjang– dipamerkan di sebuah mall dengan cara diletakkan di lantai beralaskan kasur tipis.

Selain menyelidiki kasus pembunuhan suami dan seorang putranya itu, Farkash juga meminta Uni Afrika agar membantunya mengontak putranya yang lain, Saif al-Islam, yang ditangkap kelompok pemberontak pada Nopember 2011 di selatan Libya.

Sejak ditangkap, Saif al-Islam ditawan kelompok pemberontak di kota Zintan, bagian barat Libya. Dia masih menunggu proses pengadilan atas perannya yang diduga berupaya menekan gelombang unjuk rasa tahun 2011.

Farkash, bersama tiga anaknya yang lain — Aisha, Hannibal dan Muhammad– berhasil melarikan diri ke Aljazair pada Agustus 2011 saat pemberontak mulai menguasai Tripoli. Mereka akhirnya mendapatkan suaka di Oman tahun 2013 ini.

Putra Qadhafi lainnya, Saadi, melarikan diri ke Niger bulan September 2011.

Selain Mutassim, dua putra Qadhafi lainnya sudah lebih dulu tewas. Saif al-Arab tewas ketika serangan udara NATO menggempur markas Qadhafi dan Khamis terbunuh dalam pertempuran bulan Agustus 2011.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Dalai Lama Kecam Biksu Myanmar Penyerang Muslim

Dalai Lama Kecam Biksu Myanmar Penyerang Muslim

Tumben, Amerika Desak Saudi Bolehkan Demonstrasi

Tumben, Amerika Desak Saudi Bolehkan Demonstrasi

Kapal Tankernya Disita Indonesia, Iran Tuntut Jawaban

Kapal Tankernya Disita Indonesia, Iran Tuntut Jawaban

Terlibat Terorisme, Warga Amerika dan 23 Lainnya Dipenjara di Saudi

Terlibat Terorisme, Warga Amerika dan 23 Lainnya Dipenjara di Saudi

Jerman Melatih Anggota Militer Arab Saudi

Jerman Melatih Anggota Militer Arab Saudi

Baca Juga

Berita Lainnya