Senin, 15 Februari 2021 / 3 Rajab 1442 H

Internasional

Pengadilan Malaysia: Kata Allah Hanya untuk Muslim

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah pengadilan banding di Malaysia hari Senin (14/10/2013) memutuskan bahwa Kristen tidak bisa menggunakan kata “Allah” untuk menyebut Tuhan agama mereka.

Penerbit koran Kristen Herald menggugat pemerintah, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, yang pada tahun 2009 melarang pihaknya menggunakan kata Allah dalam korannya edisi bahasa Melayu. Atas keputusan pengadilan hari Senin tersebut, pihak Herald menyatakan akan banding lagi.

Pengadilan berpendapat, penggunaan kata “Allah” bukanlah bagian integral dari kepercayaan dan praktek agama Kristen.

Pihak Gereja Katolik mengklaim larangan itu melanggar hak konstitusional mereka.

Pada tahun 2009, pengadilan ketika itu berpihak kepada gereja, sehingga larangan tidak diberlakukan sampai ada keputusan hukum yang pasti.

Menyusul keputusan pengadilan tahun 2009 itu, terjadi bentrokan antara kedua kelompok Muslim dan Kristen, yang mengakibatkan sejumlah rumah ibadah masing-masing pihak rusak.

Editor Herald, pendeta Lawrence Andrew mengatakan keputusan pengadilan terbaru itu cacat, dengan dalih bahwa kata “Allah” sudah dipakai dalam Bibel versi bahasa Melayu selama puluhan tahun tanpa menimbulkan masalah.

Andrew menegaskan bahwa gereja tidak akan tunduk pada keputusan itu dan akan mengajukan banding ke pengadilan di tingkat federal.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kapan Presiden RI akan Berkunjung ke Gaza?

Kapan Presiden RI akan Berkunjung ke Gaza?

Tidak Semua Pendeta Cabul Belanda Bisa Diadili

Tidak Semua Pendeta Cabul Belanda Bisa Diadili

Turki Larang Pesawat Sipil Suriah Lintasi Wilayahnya

Turki Larang Pesawat Sipil Suriah Lintasi Wilayahnya

Anak Mesir Alami Gangguan Psikologis Akibat Revolusi

Anak Mesir Alami Gangguan Psikologis Akibat Revolusi

Perawat Afrika Selatan Tertangkap Menyelundupkan Plasenta

Perawat Afrika Selatan Tertangkap Menyelundupkan Plasenta

Baca Juga

Berita Lainnya