Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Jutaan Warga Spanyol Hidup dalam Kemiskinan Parah

Bagikan:

Hidayatullah.com—Tiga juta orang hidup dalam kondisi kemiskinan yang parah di Spanyol, lapor organisasi amal Kristen, Caritas, dikutip Euronews (11/10/2013).

Angka itu berarti dua kali lipat dari tahun 2008, saat krisis ekonomi menerpa negara di Semenanjung Iberia itu, yang pernah sangat makmur ketika dulu berada di bawah pemerintahan Islam.

Dapur-dapur umum yang menyediakan sup, makanan yang kerap disajikan untuk warga miskin, kedatangan orang dalam jumlah banyak.

Seorang wanita mengaku, dia harus makan di dapur-dapur sup karena cuma punya pekerjaan di akhir pekan dan tidak memiliki cukup uang untuk biaya hidup.

Seorang pria mengatakan, dia hanya bekerja kadang-kadang dan hidup dari tunjangan pemerintah.

Caritas melaporkan, pihaknya telah memberikan bantuan kepada 1,3 juta orang pada tahun 2012. Jumlah itu hampir tiga kali lipat dari jumlah orang miskin yang dibantunya empat tahun sebelumnya.

Seorang manajer dapur umum mengatakan, situasi kemiskinan di Spanyol sekarang ini juga diakibatkan oleh masalah politik yang membelit pemerintah tahun-tahun belakangan ini.

Sebuah laporan Dewan Eropa memberikan kesimpulan serupa. Laporan itu menyalahkan kebijakan pengetatan anggaran yang terus dilakukan pemerintah sehingga kemiskinan semakin parah. Kebijakan Spanyol itu, menurut Dewan Eropa, merupakan pelanggaran hak asasi manusia atas orang-orang yang rentan, seperti anak-anak dan orang cacat.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Liga Arab Susun Draf Resolusi Anti-Israel

Liga Arab Susun Draf Resolusi Anti-Israel

Negara Baltik Sarang Kasus Pembunuhan di Uni Eropa

Negara Baltik Sarang Kasus Pembunuhan di Uni Eropa

Sudan Akan Luncurkan Mata Uang Baru

Sudan Akan Luncurkan Mata Uang Baru

Tersandung Kasus Pemerkosaan, Cristiano Ronaldo Keluar Timnas Portugal

Tersandung Kasus Pemerkosaan, Cristiano Ronaldo Keluar Timnas Portugal

Uni Eropa Bisa Targetkan Perusahaan Myanmar untuk Tekan Militer

Uni Eropa Bisa Targetkan Perusahaan Myanmar untuk Tekan Militer

Baca Juga

Berita Lainnya