Kamis, 18 Februari 2021 / 6 Rajab 1442 H

Internasional

Tidak Becus, Marinir Amerika Pecat Dua Jenderal

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pimpinan Korps Marinir Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya efektif memecat 2 jenderal terkait kegagalan mereka menangkal serangan atas sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan tahun lalu.

Jenderal James Amos, komandan tertinggi Korps Marinir AS, hari Senin (30/9/2013) mengumumkan keputusannya memecat Mayjen Charles M Gurganus dan Mayjen Gregg A Sturdevant, karena dianggap “tidak cukup mengambil tindakan pengamanan” di Kamp Bastion, sebuah pangkalan udara di barat daya Afghanistan yang menjadi target serangan Taliban.

Pada 14 September 2012 serangan tiba-tiba ke pangkalan militer itu membuat marinir AS terkejut dan mengakibatkan 2 prajuritnya tewas, serta 8 lainnya luka-luka.

Serangan Taliban itu menghancurkan 6 jet tempur marinir Harrier dan beberapa lainnya rusak.

Gurganus, yang kala itu merupakan komandan tertinggi regional di wilayah Afghanistan, tidak memerintahkan penyelidikan setelah terjadinya serangan.

Pada bulan Juni lalu Amos meminta US Central Command untuk melakukan penyelidikan atas kasus tersebut, dan dia memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap dua jenderal itu setelah mengkaji laporan penyelidikannya.

Sturdevant ketika itu bertanggung jawab di bagian penerbangan di marinir AS di Afghanistan.

Amos meminta Gurganus dan Sturdevant untuk pensiun dan mereka mengiyakannya.

Gurganus, yang menyebut keberhasilan Taliban menerobos Kamp Bastion sebagai “keberuntungan”, sudah dinominasikan untuk naik pangkat menjadi bintang tiga. Usulan kenaikan pangkat itu ditunda menyusul penyelidikan atas kasus Kamp Bastion. Dia akhirnya diberhentikan dengan pangkat terakhir jenderal bintang dua.

Hari Senin usai Amos mengumumkan pemecatannya, Gurganus menyampaikan pernyataan singkat, di mana dia mengaku merasa bangga dan terhormat bisa mengabdi sebagai anggota marinir AS selama 37 tahun.

Sementara Sturdevant tidak menanggapi permintaan komentar mengenai pemecatannya, lansir Aljazeera.

Menurut laporan Pentagon yang dilansir WLS-TV, ketika serangan tiba-tiba itu terjadi di sejumlah titik di Kamp Bastion menara-menara penjaga dibiarkan kosong.

“Menurut saya, Anda bisa menempelkan bintang ke dada seorang pria, tetapi hal itu tidak menjadikannya seorang jenderal,” kata Deborah Hatheway, bibi dari Sersan Brad Atwell yang menjadi salah satu korban tewas mengomentari ketidakbecusan kedua jenderal marinir itu dalam melaksanakan tugasnya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Dua Biarawan Koptik Dihukum Mati karena Membunuh Uskup

Dua Biarawan Koptik Dihukum Mati karena Membunuh Uskup

Wanita Saudi Mengemudi Lagi

Wanita Saudi Mengemudi Lagi

Dalih Prancis Soal Misilnya yang Ada di Pangkalan Pasukan Pro-Jenderal Haftar

Dalih Prancis Soal Misilnya yang Ada di Pangkalan Pasukan Pro-Jenderal Haftar

Penyanyi Terkenal India Divonis 2 Tahun Penjara karena Menyelundupkan Migran

Penyanyi Terkenal India Divonis 2 Tahun Penjara karena Menyelundupkan Migran

Pilot Pesawat yang Jatuh di Nepal Sedang Mengalami Gangguan Emosional

Pilot Pesawat yang Jatuh di Nepal Sedang Mengalami Gangguan Emosional

Baca Juga

Berita Lainnya