Senin, 25 Januari 2021 / 12 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Mesir Tempat Paling Berbahaya Bagi Wartawan

theaustralian
Bulan Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir membunuh kepala biro provinsi surat kabar pemerintah Al-Ahram dan menangkap wartawan Turki
Bagikan:

Hidayatullah.com–Maraknya kekerasan dan gejolak politik di Mesir belakangan ini membuat banyak wartawan yang ditangkap saat bertugas.

Situs berita Aljazeera mencatat, enam wartawan tewas dan sedikitnya 25 dipenjara. Aljazeera adalah media yang paling diincar untuk ditangkap di Mesir saat ini.

Dua wartawannya, Abdullah al-Shami and Mohammed Badr, masih ditahan di Penjara Abu Zabaal.

Sebab itu, saat ini Mesir masuk dalam daftar 5 negara paling berbahaya bagi pekerja pers. Padahal, tiga tahun lalu, Mesir bahkan tidak masuk peringkat 10 besar.

Saat ini masalah kebebasan pers sedang menjadi perhatian pada simposium yang diadakan di Jenewa, Swiss, bersamaan dengan rapat Dewan HAM PBB.

Ditembak

Bulan Agustus 2013, pasukan keamanan Mesir membunuh kepala biro provinsi surat kabar pemerintah Al-Ahram dan menangkap wartawan Turki.

Tamer Abdel Raouf, kepala biro Al-Ahram di Provinsi Buhayra Mesir, ditembak mati saat seorang wartawan dari surat kabar negara bagian lain, Al Gomhuriya, terluka. Keamanan menembaki mobil wartawan Al-Ahram karena dituding berusaha melarikan diri dari pos pemeriksaan jam malam yang dilakukan dari petang hingga fajar. 

Di bulan yang sama, kelompok kebebasan pers, Institut Pers Internasional (IPI), telah meminta militer Mesir untuk melepaskan Tahir Osman Hamde, Kepala Biro Kairo pada Kantor Berita Turki, Ihlas.

Tahir ditangkap pada Selasa (20/08/2013) setelah militer menyerbu kantornya di sebuah hotel di Kairo.  Pasukan keamanan tersebut menyita komputer dan peralatan lainnya.

“Kami sangat mengkhawatirkannya karena ia tidak ada jejak,” kata Ahu Kirimlioglu, manajer produksi kantor berita yang berbasis di London itu kepada The Guardian.

Pihak berwenang Mesir telah menolak untuk melepaskan informasi tentang Hamde. Wartawan ini merupakan warga negara Belanda sehingg Ihlas bekerja sama dengan Kedutaan Belanda untuk mengusahakan pembebasannya.

Koresponden penyiaran Turki lain, Metin Turan, telah ditahan. Dia bekerja untuk penyiaran publik negara Turki, TRT (Turkish Radio and Television Corporation).*

Rep: Surya Fachrizal Ginting
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tahun 2019 Rekor Pembunuhan Massal di Amerika Serikat

Tahun 2019 Rekor Pembunuhan Massal di Amerika Serikat

Intelijen Afghanistan Konfirmasi Kematian Mullah Akhtar Mansour

Intelijen Afghanistan Konfirmasi Kematian Mullah Akhtar Mansour

Israel Dukung Penutupan Kantor Media  Aljazeera

Israel Dukung Penutupan Kantor Media Aljazeera

Saudara Laki-laki Nawaz Sharif Ditangkap karena Tuduhan Korupsi

Saudara Laki-laki Nawaz Sharif Ditangkap karena Tuduhan Korupsi

Tahun Ini Saja Sudah 1.600 Karhutla Terjadi di Uni Eropa

Tahun Ini Saja Sudah 1.600 Karhutla Terjadi di Uni Eropa

Baca Juga

Berita Lainnya