Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tidak Memusuhi Yahudi, Presiden Rouhani Ajak Politisi Yahudi-Iran ke New York

Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Iran Hassan Rouhani akan didampingi oleh politisi anggota parlemen beragama Yahudi saat bertandang ke New York untuk menghadiri sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pekan depan.

Siamak Moreh Sedgh, wakil komunitas Yahudi di parlemen Iran, akan membantu Rouhani memperbaiki citra Iran di dunia.

Guardian yang mengutip media-media Iran hari Kamis (19/9/2013) melaporkan, dalam kunjungannya ke New York itu Rouhani hanya akan didampingi 2 anggota parlemen, yaitu Ahmad-Reza Dastgheyb dan Siamak Moreh Sedgh.

Setelah revolusi konstitusi tahun 1905-1907, Yahudi Iran mendapatkan jatah kursi khusus di parlemen hingga revolusi tahun 1979.

Agak berbeda dengan pendahulunya, Mahmud Ahmadinejad, Presiden Rouhani lebih menampakkan wajah ramah terhadap Yahudi.

Belum lama ini, akun Twitter Rouhani yang diyakini dikelola oleh kantor kepresidenan Iran, mengucapkan selamat hari raya Yahudi, Rosh Hasanah. Namun, kemudian oleh media Iran ucapan selamat itu dibantah berasal dari Rouhani.

Menyusul jejak atasannya, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga ikut mengucapkan selamat Rosh Hasanah lewat Twitter. Zarif tidak membantah ucapan selamat itu, dia bahkan membenarkan dan menegaskan bahwa ucapan selamat itu ditujukan terutama kepada warga Yahudi Iran.

“Warga Yahudi di negeri kami diakui sebagai minoritas di Iran dan mempunyai perwakilan aktif di parlemen,” kata Zarif kepada kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, setelah menuliskan pesan di Twitter awal September ini.

“Kami tidak pernah menentang Yahudi. Kami menentang Zionis yang merupakan sebuah kelompok kecil,” katanya

“Kami tidak membiarkan Zionis untuk mewakili Iran sebagai sebuah negara anti-Semit dalam propagandanya, sehingga mereka bisa menutupi kejahatannya atas rakyat Palestina dan Libanon,” kata Zarif berdalih.

Iran diyakini menjadi negara tempat tinggal Yahudi terbanyak di Timur Tengah, setelah Israel. Populasi Yahudi di Iran menurun setelah revolusi tahun 1979, di mana kebanyakan pindah ke Israel, Eropa dan ke berbagai negara lainnya di dunia.

Sedgh mewakili komunitas Yahudi di parlemen Iran sejak tahun 2008, menggantikan pendahulunya Mauric Motamed.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Kesehatan Kurang baik, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari Masih di London

Kesehatan Kurang baik, Presiden Nigeria Muhammadu Buhari Masih di London

Dibakar Serbia, Perpustakaan Balai Kota Sarajevo Dibuka Kembali

Dibakar Serbia, Perpustakaan Balai Kota Sarajevo Dibuka Kembali

Sarkozy Tak Malu Mengemis Kepada Israel

Sarkozy Tak Malu Mengemis Kepada Israel

Kebakaran Tak Terkendali di California, AS Umumkan Kondisi Darurat

Kebakaran Tak Terkendali di California, AS Umumkan Kondisi Darurat

Oposisi Suriah Hancurkan Pesawat Pembawa Senjata dari Iran

Oposisi Suriah Hancurkan Pesawat Pembawa Senjata dari Iran

Baca Juga

Berita Lainnya