Australia Mulai Selidiki Kasus Pelecehan Seksual Anak

Hakim McClellan mengatakan, Komisi yang melakukan penyelidikan menghadapi tugas raksasa.

Australia Mulai Selidiki Kasus Pelecehan Seksual Anak
Penyelidikan pelecehan seksual anak dimulai Senin (16/09/2013). Penyelidikan atas perintah mantan Perdana Menteri Julia Gillard pada November tahun lalu.

Terkait

Hidayatullah.com–Penyelidikan terhadap gereja dan lembaga lainnya atas kasus pelecehan seksual anak mulai dilakukan audiensi publik pada hari Senin (16/09/2013). Penyelidikan ini diperkirakan dapat memberi kejutan dan mengungkapkan apa yang terjadi terhadap tempat-tempat ibadah, panti asuhan, kelompok masyarakat, dan sekolah.

Hakim Peter McClellan membuka audiensi publik di Komisi Kerajaan guna membuka pelayanan terhadap kasus pelecehan seksual anak, sebagaimana telah disampaikan pemerintah pada November tahun lalu. Sejauh ini ribuan orang telah menyampaikan laporan.

“Sekarang telah diketahui bahwa peristiwa pelecehan seksual terhadap anak-anak telah tersebar luas di masyarakat Australia, namun berbagai lembaga tempat kasus itu terjadi belum terungkap,” kata McClellan dalam pidatonya.

” Banyak cerita yang akan kita dengar bakal mengejutkan banyak orang.”

Penyelidikan ini atas perintah mantan Perdana Menteri Julia Gillard dalam menanggapi serangkaian skandal pelecehan seksual anak yang melibatkan sejumlah pastor pengidap pedofilia, sembari menegaskan penyelidikan akan dilakukan secara luas, tidak hanya terhadap Gereja Katolik.

Komisi secara resmi mulai dibentuk pada April dan secara rahasia telah mencari informasi dari para korban. Senin ini merupakan audiensi awal untuk mendapatkan bukti-bukti.

McClellan mengatakan, hotline yang dibuka terhadap korban pelecehan dengan menghubungi Komisi sejauh ini telah menerima 4.301 pengaduan.

Dari jumlah tersebut, 398 orang telah menyampaikan laporan secara pribadi  ke Komisi, 449 orang sedang menunggu panggilan, dan 1.178 lainnya belum dikaji pengaduannya.

Ada rata-rata 22 penelepon per hari, dengan  10 orang langsung menyampaikan bukti-buktinya. McClellan mengatakan, ia memperkirakan jumlah pengaduan akan meningkat karena komisi didukung audiensi publik .

” Banyak orang yang datang ke Komisi begitu sangat menderita, baik pada saat pelecehan terjadi, atau dalam kehidupan mereka setelahnya,” katanya kepada sidang komisi yang berlangsung di Sydney, sebagaimana diberitakan Fox News.

“Banyak yang melakukan konseling pada berbagai tahap kehidupan mereka. Banyak korban berniat melakukan bunuh diri, bahkan beberapa telah melakukan upaya bunuh diri.”

“Banyak orang, termasuk mereka yang mengalami pelecehan pada 30 atau 40 tahun lalu, ingin menceritakan pengalaman buruknya dan memerlukan bantuan orang lain guna mencari dukungan guna melanjutkan pengaduannya.”

McClellan mengatakan, Komisi menghadapi tugas raksasa dan harus selektif terhadap kasus-kasus yang bisa diajukan pada audiensi publik dan membatasi laporan hanya yang memiliki “isu-isu sistemik dan memiliki persoalan besar”, yang kasus-kasus besar pelecehan tersebut belum terungkap.

“Beberapa “kasus  awal telah muncul”,” katanya.*

 

Rep: Insan Kamil

Editor: Syaiful Irwan

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !