Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ankara: Erdogan dan Davutoglu Tak Lagi Pergi Bersama

Bagikan:

Hidayatullah.com—Setelah serangan pasukan Zionis Israel terhadap rombongan bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla pada akhir Mei 2010, pemerintah Ankara memutuskan Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu tidak akan menemani Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dalam perjalanan jauhnya, guna memastikan pemerintah tetap siaga di saat-saat krisis.

Serangan Zionis atas Freedom Flotilla mengakibatkan 8 orang warga Turki dan seorang warga Turki-Amerika Serikat tewas, sementara banyak aktivis lain dari berbagai negara terluka. Ketika peristiwa tersebut terjadi, Erdogan dan Davutoglu sedang berkunjung ke negara Amerika Selatan, Chile. Oleh karena itu Ankara memutuskan, agar negara selalu siaga menjalankan pemerintahan secara efektif di saat-saat krisis, keduanya tidak akan lagi melakukan perjalanan jauh berdua, lapor Today’s Zaman (6/9/2013).

Pekan ini, Erdogan melakukan kunjungan ke Argentina menyusul pertemuan tingkat tinggi G-20 di Rusia, guna menghadiri pertemuan Komite Olimpiade Internasional dan mendukung pencalonan Istanbul sebagai tuan rumah Olimpiade 2020. Sehubungan dengan kebijakan tersebut, Davutoglo tidak mendampingi Erdogan, terlebih masalah di negara tetangga Suriah semakin memanas.

Saat terjadi pencegatan berdarah oleh pasukan Zionis atas Freedom Flotilla, kedua pemimpin Turki itu beserta banyak pejabat tinggi lain sedang berada jauh dari negara mereka selama 18 jam. Akibatnya, pemerintahan di Ankara tidak bisa berjalan efektif terutama di saat kritis itu.

Ketika jet tempur Turki ditembak jatuh oleh pasukan rezim Suriah pada 22 Juni 2012, Erdogan dan Davutoglu sedang bertandang ke Mexico menghadiri KTT G-20 dari tanggal 18-19 Juni. Tidak ingin kekacauan pemerintahan terulang, sementara Erdogan melanjutkan perjalanan ke Brazil untuk pembicaraan bilateral, Davutoglu pulang kembali ke Turki. Sesampainya di tanah air, Davutoglu langsung menggelar pertemuan darurat dengan para petinggi militer dan intelijen guna mengatasi masalah penembakan pesawat militer mereka oleh Suriah.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Mesir Bertemu Benjamin Netanyahu di New York

Presiden Mesir Bertemu Benjamin Netanyahu di New York

Warga Yunani Berunjuk Rasa Terkait Sengketa Nama Makedonia

Warga Yunani Berunjuk Rasa Terkait Sengketa Nama Makedonia

Geng MS-13 Penggal Kepala dan Mencabut Jantung Korbannya di Dekat Washington DC

Geng MS-13 Penggal Kepala dan Mencabut Jantung Korbannya di Dekat Washington DC

Warga Suriah di Arab Segera Mendapat Izin Kerja

Warga Suriah di Arab Segera Mendapat Izin Kerja

Hawaii Pertimbangkan UU Pembeli Rokok Harus Berusia 100 Tahun

Hawaii Pertimbangkan UU Pembeli Rokok Harus Berusia 100 Tahun

Baca Juga

Berita Lainnya