Rabu, 27 Oktober 2021 / 20 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Mendagri Mesir Lolos Bom, Militer Perkirakan Pihak Luar ikut Bermain

BBC
Mendagri Mesir, Mohammad Ibrahim, penanggungjawab kemanan Mesir
Bagikan:

Hidayatullah.com—Sebuah bom meledak hari Kamis (05/09/2013) siang waktu setempatdi dekat kediaman Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohammad Ibrahim di Nasr City.

Tidak terluka dalam serangan itu namun laporan-laporan menyebutkan empat orang lain cedera. Mohammad Ibrahim sendiri  selamat dari upaya pembunuhan bom mobil di luar rumahnya di ibukota Kairo tersebut.

Gambar-gambar yang diunggah para saksi mata di internet memperlihatkan gedung di dekat ledakan tampak rusak parah.

Aparat keamanan mengatakan bom di dalam mobil menyasar iringan mobil menteri namun laporan-laporan mengatakan saat itu sang menteri dia tidak berada di dalam mobil.

Penyerangan yang terjadi sebelum kumandang adzan Dzuhur itu juga menyebabkan korban luka-luka dari pihak sipil dan aparat keamanan.

Menanggapi insiden ini, Menteri Dalam Negeri mengatakan, bahwa serangan yang terjadi hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari aksi teror.

Kawasan Nasr City, wilayah yang kuat dengan para pendukung Al Ikhwan al Muslimun.

Sementara itu, Kepala Angkatan Bersenjata, Adil Sulaiman mengatakan, “Tidak dipungkiri telah terjadi penyerangan terhadap Menteri Dalam Negeri, namun ada kemungkinan penyerangan tersebut dilakukan oleh kelompok-kelompok (boleh jadi pihak luar) yang bermain di air keruh untuk membuat kerusuhan,” demikian lansir Aljazeera.

Sebelumnya, hari Sabtu, 31 Agustus 2013 kelompok Daulah Islamiyyah Fi Iraq Wa Syam melalui internet sempat mengajak salah satu cabang jaringan al-Qaidah untuk menghimbau rakyat Mesir mengangkat senjata melawan militer.

Jurubicara Daulah Islamiyyah Fi Iraq Wa Syam, Abu Muhammad Adnani dalam rekaman berbahasa Arab, mengatakan, militer-militer toghut dari para pemimpin kaum Muslimin secara umum mereka adalah tentara murtad.

Pantauan hidayatullah.com dari Mesir, sampai dengan berita ini diturunkan, belum ada pernyataan yang mengaku bertanggungjawab.*/Rizky (Mesir) 

Rep: -
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bom Menghantui Kedutan Israel di India dan Georgia

Bom Menghantui Kedutan Israel di India dan Georgia

Eks Presiden Jacob Zuma Minta Donasi Masyarakat untuk Biaya Kasus Hukum

Eks Presiden Jacob Zuma Minta Donasi Masyarakat untuk Biaya Kasus Hukum

Spanyol Melegalkan Euthanasia

Spanyol Melegalkan Euthanasia

Mursy Umumkan Status Darurat di 3 Wilayah

Mursy Umumkan Status Darurat di 3 Wilayah

India Tarik 7.000 Pasukan yang Dikirim ke Kashmir

India Tarik 7.000 Pasukan yang Dikirim ke Kashmir

Baca Juga

Berita Lainnya