Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Salafy Ikut Turun Jalan, Dunia Kutuk Kebrutalan Militer Mesir

Voice of America
Seorang demonstran tergeletak berdarah di lapangan an-Nahdah
Bagikan:

Hidayatullah.com— Cara pemerintah dan militer Mesir menyelesaikan demonstran pendukung mantan Presiden Mohammad Mursy yang digulingkan akhirnya mengundang kecaman dan simpati dunia.

Hari Rabu, (14/08/2013), Syeikh Muhammad Hasan dan Syeikh Muhammad Husain Ya’qub, dua ulama terkemua Salafy  ikut bergabung dengan demonstran kontra-kudeta militer dan kelompok pendukung Mohammad Mursy yang kini membentuk perkumpulan massa baru  di lapangan Musthafa Mahmud setelah bundaran Rabi’ah Al Adawiyyah diserbu.

“Tapi hari ini, saya bergabung dengan kalian dalam protes damai untuk memberitahu kalian bahwa darah saya akan ditumpahkan sebelum darah kalian,” ujar Syeikh Muhamad Hassan kepada demonstran yang terus berada di alun-alun.

Syeikh Muhammad Hasan sempat dilaporkan dirawat akibat sesak nafas akibat pengaruh tembakan polisi yang menembakkan gas air mata.

Dr. Muhammad Al Baltaji, anggota Parlemen Mesir dari fraksi Al Ikhwan Al Muslimun,  melalui saluran telepon kepada TV Aljazeera,  mengajak penduduk Mesir untuk turun ke jalan turut menentang kekerasan dan pembantaian oleh Militer.

“Jika kalian tidak keluar dari rumah kalian, kalian biarkan Al-Sisi menghancurkan negara ini, maka mesir akan menuju jalan Suriah,” demikian ujar Baltaji.

“Sahabat-sahabat kalian yang bertahan di Rabi’ah dan Nahdah, mengorbankan diri dan nyawa mereka, adalah untuk kalian. Untuk kemerdekaan kita bersama, merdeka dari pemerintahan rezim militer yang telah menguasai kita,” tambahnya.

Sebelumnya, Syeikhul Azhar Syeikh Dr Ahmad Tayyib dan Ketua Persatuan Ulama Dunia, Syeikh Dr Yusuf al Qaradhawi ikut mengecam tindakan militer Mesir.

Suara Turki dan Eropa

Sementara itu, Negara-negara besar Eropa mendesak pemerintah sementara yang didukung militer untuk menghindari peningkatan kekerasan dan kembali melangsungkan dialog politik.

PM Turki Recep Tayyip Erdogan menggambarkan aksi penumpasan pasukan keamanan Mesir, Rabu, terhadap kamp-kamp protes pro-Mursy di Kairo sebagai pembantaian. Ia mendesak Dewan Keamanan PBB dan Liga Arab untuk segera bertindak menghentikannya.

Sementara itu, Presiden Turki Abdullah Gul menuduh pemerintah Mesir melakukan intervensi bersenjata terhadap warga sipil dan menyebut tindakan itu tidak dapat diterima.    Pihak berwenang Mesir mengatakan, sejumlah demonstran bersenjata dan menembak pasukan keamanan.

Ankara salah satu pengecam internasional terkeras keputusan militer Mesir untuk mendongkel Mursy tanggal 3 Juli, satu tahun setelah ia memangku jabatan sebagai pemimpin pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.

 

Militer mengatakan, mereka bertindak untuk menanggapi apa yang disebut keinginan rakyat setelah protes massal warga Mesir yang sekuler yang menuduh Mursy anti demokrasi.

Seorang juru bicara untuk Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan pemimpin PBB itu mengecam kekerasan di Mesir melalui pernyataan-pernyataan paling  keras, dan menyesalkan bahwa pihak berwenang Mesir  memilih menggunakan kekerasan terhadap demonstrasi yang umumnya dilakukan kelompok Islam.*/Rizky Utama

Rep: -
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Istri Ex-Rapper Jerman Anggota ISIS Diduga Mata-Mata FBI

Istri Ex-Rapper Jerman Anggota ISIS Diduga Mata-Mata FBI

Mesir-Qatar Bahas Isu Libanon dan Palestina

Mesir-Qatar Bahas Isu Libanon dan Palestina

Covid-19: AS Larang Masuk Orang dari Afsel, Inggris dan 28 Negara Lain

Covid-19: AS Larang Masuk Orang dari Afsel, Inggris dan 28 Negara Lain

Heli Rusia Ditembak Jatuh Di Idlib, 5 Tewas

Heli Rusia Ditembak Jatuh Di Idlib, 5 Tewas

Pesawat Koalisi Gabungan Negara Arab Lanjutkan Serang Pemberontak Syiah Al Hautsi

Pesawat Koalisi Gabungan Negara Arab Lanjutkan Serang Pemberontak Syiah Al Hautsi

Baca Juga

Berita Lainnya