Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

AS Dapat Informasi Ancaman Al-Qaidah Lewat Penyadapan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Penutupan kantor-kantor perwakilan diplomatik Amerika Serikat di Timur Tengah dan Afrika dipicu oleh ancaman Al-Qaidah yang didengar lewat sadapan telekomunikasi atas Ayman al-Zawahiri.

Dilansir Reuters, New York Times hari Senin (5/8/2013) melaporkan bahwa penutupan kantor-kantor kedutaan AS diakibatkan oleh hasil penyadapan jalur telekomunikasi elektronik antara Ayman al-Zawahiri, pengganti Usamah bin Ladin sebagai pemimpin Al-Qaidah, dengan pimpinan Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) Nasser al-Wuhaysi yang berbasis di Yaman.

Sumber-sumber AS mengatakan, sejumlah pesan antara Al-Zawahiri dan AQAP disadap baru-baru ini.

Sebuah sumber anonim pejabat AS kepada Reuters mengatakan, ancaman dari Al-Qaidah itu disimpulkan berdasarkan hasil sadapan-sadapan yang mereka dapat, bukan dari bukti nyata adanya ancaman.

Para pejabat AS mengatakan, masih belum ada informasi mengenai target dan lokasi serangan AQAP yang pasti. Meskipun demikian, ancaman terhadap kepentingan Barat belum bisa dihilangkan begitu saja.

ABC News melaporkan hari Senin bahwa seorang pejabat senior AS mengatakan, pihak berwenang “berusaha mati-matian mencari” kendaraan-kendaraan yang ingin digunakan Al-Qaidah untuk meledakkan Kedutaan AS di Yaman dan kemungkinan kedutaan lainnya.

Kedutaan Yaman di Washington mengeluarkan pernyataan berisi 25 nama “teroris” paling dicari yang katanya akan melancarkan serangan di Sanaa. Ada hadiah untuk orang yang dapat memberikan informasi sehingga mereka bisa ditangkap.

Sumber-sumber AS dan para analis mengingatkan, komunikasi antara Al-Zawahiri dengan AQAP tidak selalu berarti bahwa AQAP mendapatkan perintah dari Zawahiri. Sehingga mash harus diwaspadai.

Penyadapan atas jalur telekomunikasi para tokoh Al-Qaidah itu oleh Amerika Serikat, mengingatkan pada bocoran Edward Snowden tentang program Prism. Menurut Snowden, seorang mantan teknisi keamanan komputer pernah bekerja di lembaga intelijen AS seperti NSA dan CIA, Prism merupakan program intelijen Amerika Serikat yang dapat menyadap informasi dalam jumlah sangat besar atas jalur telekomunikasi telepon dan internet dunia.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Greenpeace India Dilarang Terima Donasi dari Luar Negeri

Greenpeace India Dilarang Terima Donasi dari Luar Negeri

Parpol Islam di Mesir Buat Aliansi Ummat

Parpol Islam di Mesir Buat Aliansi Ummat

Diplomat Suriah di Malaysia Membelot

Diplomat Suriah di Malaysia Membelot

Eks Karyawan Alphabet-Uber Didakwa Mencuri Teknologi Mobil Swakemudi

Eks Karyawan Alphabet-Uber Didakwa Mencuri Teknologi Mobil Swakemudi

Kepala Kepolisian Malaysia Dukung Komisi Antirasuah Menindak Polisi Korup

Kepala Kepolisian Malaysia Dukung Komisi Antirasuah Menindak Polisi Korup

Baca Juga

Berita Lainnya