Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Negara Barat Tutup Sementara Kedutaannya di Yaman

Bagikan:

Hidayatullah.com—Amerika Serikat menutup 21 kedutaan dan konsulatnya di sejumlah negara Muslim karena takut akan rencana serangan oleh Al-Qaidah. Tindakan itu diikuti beberapa negara Eropa dengan menutup kedutaan mereka di Yaman.

Pemerintah AS menutup kantor-kantor diplomatiknya pada hari Ahad (4/8/2013) setelah mengklaim memiliki informasi bahwa Al-Qaidah dan sekutunya akan menyerang kepentingan-kepentingan Barat pada bulan Agustus ini.

Inggris, Jerman, Prancis dan Belanda mengikuti langkah AS dan mengatakan akan menutup kedutaan mereka di Yaman pada hari Ahad dan Senin besok, dengan alasan keamanan yang sama.

Hari Sabtu (3/8/2013) dilaporkan, personel militer dalam jumlah besar telah bersiaga di depan gedung kedutaan AS dan Inggris di ibukota Yaman, dan sejumlah pos pemeriksaan didirikan.

Dari London Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, sejumlah staf di kedutaannya telah ditarik dari ibukota Yaman, Sanaa, dengan alasan khusus kekhawatiran keamanan pada akhir Ramadhan dan Idul Fitri.

Prancis dan Jerman menjadikan ketidakstabilan situasi di Yaman sebagai dalih penutupan kantor perwakilan diplomatiknya.

Sumber kepolisian dan medis mengatakan, hari Jumat (2/8/2013) sedikitnya satu orang tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan antara pendukung mantan presiden Ali Abdullah Saleh dengan faksi saingannya dari militer di Sanaa.

Hakim Almasmari editor Yaman Post kepada Aljazeera mengatakan, negaranya mengalami situasi paling tegang tahun ini.

“Ini dikarenakan kurangnya keamanan dari pemerintah dan karena serangan pesawat tak berawak pekan ini,” katanya.

Sedikitnya tiga serangan pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat dilancarkan di Yaman dalam kurun waktu 7 hari terkahir, sehingga menewaskan 13 orang termasuk warga sipil, kata Almasmari.

Waktu serangan yang dilakukan pada bulan suci Ramadhan itu juga tidak membuat rakyat Yaman tidak senang. Sementara Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi melakukan kunjungan ke Amerika Serikat.

“Ancaman Al-Qaidah sangat kuat sekarang ini,” imbuhnya.

Sementara itu Kanada mengatakan misi diplomatiknya di ibukota Bangladesh, Dhaka, akan ditutup sementara pada hari Ahad.

Associated Press melaporkan, menurut kepolisian internasional (Interpol) yang berbasis di Lyon Prancis mengatakan, peringatan akan ancaman keamanan itu muncul setelah kaburnya ratusan tahanan teroris dan kriminal di sejumlah negara belakangan ini.

AFP melansir, Interpol menduga kaburnya ratusan tahanan di Iraq, Pakistan dan Libya terkait dengan aksi Al-Qaidah.

Dalam pernyataannya hari Sabtu, Interpol meminta 190 negara anggotanya untuk membantu menyelidiki apakah kejadian itu saling terkait dan dikoordinasikan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

Facebook, Google dan Microsoft Hindari Pajak 3 Miliar di Negara-negara Miskin

Facebook, Google dan Microsoft Hindari Pajak 3 Miliar di Negara-negara Miskin

Tahun 2010 Negara Teluk Punya Mata Uang Tunggal

Tahun 2010 Negara Teluk Punya Mata Uang Tunggal

ACT Temui Pesantren Yatim dan Penghafal Al-Quran di Yangon

ACT Temui Pesantren Yatim dan Penghafal Al-Quran di Yangon

fasilitas senjata nuklir israel

Shimon Peres Dijadikan Nama Reaktor Nuklir Israel di Negev

Ukraina Temukan Daftar 47 Orang Target Pembunuhan

Ukraina Temukan Daftar 47 Orang Target Pembunuhan

Baca Juga

Berita Lainnya