Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Tembakan Dilepaskan, Jama’ah Shalat Bubar Ketakutan

suasana kekacauan di Mesir akibat krisis politik
Bagikan:

Hidayatullah.com—Situasi Mesir pasca kudeta pihak militer atas mantan Presiden Mohammad Mursy masih belum normal. Demonstrasi antara kelompok pendukung dan kontra Mursy masih berlangsung. Suasanya huru-hara juga masih terjadi di beberapa tempat.

Sabtu, sebuah Video amatir berdurasi enam menit, yang diunggah ke youtube pada hari Jum’at (05/07), berjudul dalam bahas Arab,  إطلاق النار على المصلين وهم يؤدون الصلاة العصر با اللعريش,

menapilkan sekelompok demonstran yang tidak kurang dari 1000 orang, di Arish, Ibu Kota Sinai Utara, dikejutkan dengan bunyi bredelan tembakan saat mereka sedang bersujud.

 Tembakan yang tidak terlihat dari mana asalanya itu mengejutkan dan membuat Jam’ah shalat Ashar yang sedang bersujud tersebut bubar ketakutan.

 Terlihat beberapa orang Jam’ah jatuh tersungkur dan digotong.

 Jama’ah yang terdiri dari pria dewasa, anak anak, dan juga wanita itu bersorak mengecam perbuatan tersebut.

 “Manusia sedang menunaikan shalat, manusia sedang menunaikan shalat,” teriak beberapa demonstran di hadapan camera dengan mengacungkan telunjuk  ke atas.

Beberapa saat kemudian helikopter terlihat terbang di udara, dan para demostran yang kembali ke lokasi langsung melempari dua tank yang berjaga di dekat mereka dengan batu dan pasir.*

Memilih bertahan

Sementara itu, hari Ahad, (07/07) sampai hari ini, demonstrasi masih berjalan sejak tanggal 30 Juni di Maidan Tahrir, Rabi’ah Adawiyyah, dan beberapa titik lainnya. Ini membuat situasi di Mesir cukup mengkhawatirkandan dirasakan oleh warga Mesir.

 Beberapa mahasiswa Al Azhar asal Indonesia, merasakan hal yang sama.

Siti Aishah Nur Fadhilah, mahasiswi Fakultas Dirosah Islamiyah, Jurusan Syariah Islamiyah, Al Azhar Kairo mengaku cemas melihat masalah ini.

“Khawatir, takut,  dan was-was kalau mau ngapa-ngapain. Apalagi kalau dengar suara tembakan, dan helikopter militer yang lalu-lalang di udara,” jawabnya kepada hidayatullah.com.

Dalam situasi yang rumit ini juga sempat tersebar isu penikaman salah seorang warga negara Afrika di sekitar District 10, Kairo.

Namun Muhammad Shaleh Fauzan, mahasiswa Indonesia tahun pertama Fakultas Syari’ah Wal Qanun, Jurusan Sari’ah Islamiyyah yang sudah berkeluarga dan tinggal di desa Stamannud, Propinsi Mansurah juga mengaku merasakan situasi tidak terlalu mencekam, cukup kondusif walaupun sedikit ada huru-hara.

 “Alhamdulillah aman-aman aja di sini, paling cuman ada pemblokiran jalan oleh para demonstran, dan teriakan mereka serta suara petasan, terutama ketika Mursy jatuh,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah situasi ini akan membuatnya pulang, ia menjawab,  ia berangkat kuliah ke Mesir dan harua bertahan  semua karena kecintaannya pada ilmu agama.

“Motivasi saya ke Mesir, karena di Mesir adalah pusat segala ilmu. Mesir juga menyimpan jutaan saksi bisu akan paradaban yang belum hilang sampai saat ini. Kokohnya Al Azhar adalah salah satu buktinya.

Adapun kenapa saya bertahan, karena saya begitu mencinta ilmu-ilmu ÿang ada di Al Azhar,” ujarnya kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon.*/Qq Abd Harits, laporan dari Mesir

Rep: Cholis Akbar
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Hitungan sementara, Syi’ah ungguli Sunni

Hitungan sementara, Syi’ah ungguli Sunni

Zionis Takut Mesir Ikuti Iran Kembangkan Nuklir

Zionis Takut Mesir Ikuti Iran Kembangkan Nuklir

Wajah-wajah ‘Teroris Bersenjata’ Suriah

Wajah-wajah ‘Teroris Bersenjata’ Suriah

Erdogan akan Bela Demonstran jika Militer Mesir Menyerang

Erdogan akan Bela Demonstran jika Militer Mesir Menyerang

Kirim Uang ke ISIS Remaja Putri Australia Jadi Tersangka Terorisme

Kirim Uang ke ISIS Remaja Putri Australia Jadi Tersangka Terorisme

Baca Juga

Berita Lainnya