Kamis, 21 Oktober 2021 / 15 Rabiul Awwal 1443 H

Internasional

Dua Kubu Bergejolak, Qaradhawi Keluarkan Fatwa

Bagikan:

Hidayatullah.com—Hari Senin, (01/07/2013) gerakan oposisi penentang Presiden Mohammad Mursy terus memanaskan situasi. Ratusan ribu demostran yang berkonsentrasi di Bundaran Tahrir dan propinsi lainnya terus bertambah, pihak oposisi juga menutup beberapa gedung Pemerintah Kota di daerah Mahmudiyyah, Propinsi Buhairo.

Mereka juga membakar Kereta Api jurusan Fayyum-Alexandria di daerah Kafru Ad Dawar. Dalam pernyataanya mereka mengancam jika Mursy tidak juga turun, para demonstran akan datang dan mengepung Istana Presiden di Hadaiq Quba’, tempat di mana Presiden Mursy berada.

Fatwa Qaradhawi dan Ikhwanul Muslimin

Sementara itu, disiarkan secara langsung TV JSC (30/06/2013) dari Kairo, Ketua Persatuan Ulama Sedunia Dr. Yusuf Qaradhawi mengeluarkan pernyataan penting tentang wajibnya taat pada Presiden Mesir, Mohammad Mursy.

“Ta’at kepada Presiden Mursy wajib,” ujarnya. Dia juga menambahkan, “ Mursy tidak dapat merubah segalanya dalam tempo satu tahun, kita sanggup bersabar selama 60 tahun, namun mengapa kita tak sanggup bersabar dengan presiden (Mohammad Mursy) 4 tahun?”

Dr.Yusuf Qardhawi juga mengingatkan, jika Mursy jatuh, bisa saja datang pemimpin baru lebih buruk darinya. Karena itu langkah tepat pada Mursy adalah menasehatinya, bukan menjatuhkannya.

“Jika kita memkasa Mursy untuk meninggalkan kursi kepemimpinan, akan datang pemimpin yang lebih buruk darinya, maka kita harus menasehatinya. Presiden sudah berkali kali mengajak musyawarah, mengapa kita tidak menghandirinya? Bukankah kita dan dia adalah manusia, yang sama berbuat baik dan melakukan kesalahan?”

“Wahai penduduk mesir, saya mengajak kalian untuk menjadi umat yang bersatu, bersatu di atas jalan yang satu. Para Shahabat berselisih, dan juga para Tabi’in bersilisih dalam banyak hal, akan tetapi segala perselisihan tersebut tidak mempengaruhi cinta di antara mereka. Kita harus bersatu dalam berbagai tujuan, cinta Mesir, dan kemaslahatannya,” jelasnya dikutip Al Misru Al Youm (30/06/2013).

Di lain pihak, lebih dari 350 ribu pendukung al Ikhwan al Muslimun, dan para simpatisan, mendukung Mohammad Mursy. Mereka berkumpul di depan masjid Rabi’ah Adawiyyah sejak hari Sabtu (29/06) sampai saat ini. Mereka menusaikan shalat berjama’ah, memanjatkan do’a qunut nazilah untuk keamanan Mesir.*/Rizqi, Kaironesia

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Presiden Haiti Dibunuh di Kediaman Pribadinya

Presiden Haiti Dibunuh di Kediaman Pribadinya

Gigolo di Belanda Menuntut Persamaan Hak dengan Pelacur Wanita

Gigolo di Belanda Menuntut Persamaan Hak dengan Pelacur Wanita

Walikota Berjilbab Pertama Eropa Ada di Bosnia

Walikota Berjilbab Pertama Eropa Ada di Bosnia

Hamid Karzai Mengaku Tidak Percaya Amerika Serikat

Hamid Karzai Mengaku Tidak Percaya Amerika Serikat

Pasukan AS Menemukan Islam Di Iraq

Pasukan AS Menemukan Islam Di Iraq

Baca Juga

Berita Lainnya