Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Mesir Penjarakan Puluhan Staf LSM

Bagikan:

Hidayatullah.com—Pengadilan di Kairo memvonis 43 orang antara satu hingga lima tahun penjara karena bekerja untuk lembaga swadaya masyarakat yang tidak terdaftar di Mesir.

Sebanyak 27 orang terdakwa, yang semuanya disidang in absentia, mendapatkan vonis lima tahun penjara. Sebelas orang divonis satu tahun penjara ditangguhkan dan lima orang lainnya divonis dua tahun penjara.

Pengadilan juga memutuskan menutup lima LSM asing yang beroperasi di Mesir dan dana yang dimilikinya disita. Kelima LSM asing itu adalah Freedom House, International Republican Institute (IRI), National Democracy Institute (NDI), International Center for Journalists (ICFJ) yang semuanya berpusat di Amerika Serikat, serta satu LSM asal Jerman Konrad Adenauer Foundation (KAS).

Dakwaan terhadap para staf LSM itu termasuk mengelola tanpa izin cabang dari IRI antara 20 Maret sampai 29 Desember 2011, melakukan riset, pelatihan politik, survei, lokakarya tanpa izin dan pelatihan untuk partai-partai politik dan kelompok-kelompok, serta memberikan mereka dukungan media untuk pemilu.

Para pimpinan LSM tak berizin itu juga didakwa dengan tuduhan menerima dana asing secara ilegal. IRI menerima 22 juta dolar, NDI 18 juta dolar, Freedom House 4,4 dolar, ICFJ 3 juta dolar dan KAS 1,6 juta dolar.

Staf LSM asing yang divonis termasuk 19 orang warga Amerika Serikat, 16 orang Mesir, dan juga orang-orang Jerman, Serbia, Norwegia, Palestina, serta Yordania.

Pada Maret 2012 sedikitnya 13 terdakwa asing termasuk sejumlah warga negara AS meninggalkan Mesir dengan menggunakan pesawat militer AS. Mereka pergi dari Mesir tak lama setelah tiga hakim yang bertugas menangani kasus itu mundur tanpa memberikan alasan.

Ketua Pengadilan Banding Abdul Izz Ibrahim mengatakan, seorang hakim yang tidak disebutkan namanya telah memutuskan mengangkat larangan bepergian terhadap orang-orang asing itu, sehingga para terdakwa bisa pergi dari Mesir.

Beberapa orang hakim menuding Ibrahim yang mendesak para hakim itu untuk mengundurkan diri dan menggantinya dengan hakim yang akan membolehkan para terdakwa pergi dari Mesir.

Empat puluh tiga staf LSM asing itu pernah digugat dipengadilan pada Desember 2011. Kasusnya menimbulkan krisis diplomatik antara Kairo dan Washington, yang mengancam menghentikan bantuan militer tahunan sebesar 1,3 juta dolar dari AS untuk Mesir. Demikian dilansir Al-Ahram Selasa (4/6/2013).*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Lawan Prostitusi, China Pecat Kepala Kepolisian Dongguan

Lawan Prostitusi, China Pecat Kepala Kepolisian Dongguan

Ribuan Orang Antar Pemakaman 11 Santri Tahfidz Darul Quran Ittifaqiyah

Ribuan Orang Antar Pemakaman 11 Santri Tahfidz Darul Quran Ittifaqiyah

Europol Luncurkan Game Piala Dunia untuk Tangkap Buronan

Europol Luncurkan Game Piala Dunia untuk Tangkap Buronan

Silvio Berlusconi Positif Covid-19

Silvio Berlusconi Positif Covid-19

Gerakan Kifayah Imbau Boikot Pemilu Legislatif Mesir

Gerakan Kifayah Imbau Boikot Pemilu Legislatif Mesir

Baca Juga

Berita Lainnya