Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Suu Kyi Kecam Pembatasan Anak untuk Muslim Rohingya

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi mengkritik keputusan pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan lama yang membatasi keluarga Muslim Rohingya memiliki lebih dari dua anak.

Aung San Suu Kyi biasanya jarang mengomentasi masalah Rohingya yang tidak dianggap sebagai warga negara Burma.

Tetapi kali ini pemimpin oposisi Burma mengatakan pembatasan anak keluarga Rohingya merupakan diskriminasi dan melanggar hak asasi manusia.

Pada Sabtu (25/05/2013), pihak berwenang di negara bagian Rakhine memberlakukan kebijakan dua anak di dua daerah, Maung Daw dan Bu Thee Daung.

“Berdasarkan instruksi ini, pria Rohingya diizinkan hanya mempunyai satu istri dan setiap pasangan suami istri hanya boleh mempunyai dua anak,” kata seorang pejabat kepada Reuters seperti dikutip BBC.

Menurut pejabat tersebut, anak ketiga dan seterusnya dianggap gelap. Larangan itu semula diterapkan pada 1994 dan penerapannya kendur selama beberapa tahun terakhir.

Namun komisi yang dibentuk untuk menyelidiki kerusuhan sektarian di Rakhine menyarankan perlunya pendidikan keluarga berencana untuk menangani pertumbuhan pesat penduduk Muslim.

Pejabat menuduh populasi Muslim biang kerusuhan

Sebelumnya, pejabat setempat mengatakan, pembatasan anak termasuk juga larangan melakukan poligami, akan diterapkan pada dua kota di Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh dan memiliki populasi Muslim tertinggi di negara bagian itu. Kota-kota itu adalah Buthidaung dan Maundaw, yang 95 persen penduduknya Muslim.

Pembatasan kepemilikan anak diterapkan seminggu lalu, setelah satu komisi yang ditunjuk pemerintah menyelidiki peristiwa kekerasan, menyampaikan usulan untuk meredakan ketegangan, termasuk program perencanaan keluarga untuk membendung pertumbuhan penduduk di kalangan minoritas Muslim, kata juru bicara negara bagian Rakhine, Win Myaing, dilansir The Indian Express.

Komisi itu juga merekomendasikan penambahan dua kali lipat jumlah pasukan keamanan di wilayah bergejolak.

Para pejabat menuduh, kenaikan penduduk Rohingya mempunyai andil dalam menimbulkan gesekan dengan penduduk dari komunitas Buddha.

Aung San Suu Kyi baru kali ini berkomentar terhadap kasus diskriminasi pada etnis Muslim. Biasanya ia banyak diam.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Tukang Cukur India Dipangkas dari Malaysia

Tukang Cukur India Dipangkas dari Malaysia

Puluhan Pengungsi Ditemukan Tewas dalam Truk di Austria

Puluhan Pengungsi Ditemukan Tewas dalam Truk di Austria

Hamas: Mobil Impor Mungkin Dipasangi Pelacak

Hamas: Mobil Impor Mungkin Dipasangi Pelacak

Israel Tawarkan Mundur Sebagian Dari Gaza

Israel Tawarkan Mundur Sebagian Dari Gaza

Imbauan Lockdown Petani Belgia: Banyak-banyak Makan Kentang Goreng

Imbauan Lockdown Petani Belgia: Banyak-banyak Makan Kentang Goreng

Baca Juga

Berita Lainnya