Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Penculik Bebaskan Personel Keamanan Mesir

Bagikan:

Hidayatullah.com—Aksi penculikan di wilayah Sinai atas tujuh personel keamanan Mesir, yang telah menimbulkan aksi protes solidaritas dan penutupan pintu perbatasan Gaza-Mesir di Rafah, telah berakhir. Penculik membebaskan seorang tentara dan tujuh anggota polisi yang diculiknya hampir selama sepekan, pada hari Rabu pagi kemarin (22/5/2013).

Dalam konferensi pers setelah pembebasan ketujuh petugas keamanan Mesir itu, Presiden Muhammad Mursy mengatakan bahwa meskipun pedih, tapi peristiwa tersebuta kan menjadi titik awal pembangunan kembali Sinai, wilayah Mesir yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah Kairo.

Bagaimana proses pembebasan ketujuh pria yang diculik itu, belum dipaparkan. Namun, menurut sumber pejabat senior militer Mesir, tentara menggunakan stategi pengecohan untuk membebaskan korban, lansir Al-Ahram.

Kolonel Ali, jurubicara militer Mesir, mengatakan bahwa intelijen militer berperan dalam operasi pembebasan itu.

Sementara seorang pejabat senior militer yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, Para pemimpin suku berkoordinasi dengan intelijen militer. Mereka menolak untuk melindungi penculik dan mengatakan akan mendukung tentara Mesir.

Jurubicara kepresidenan Ihab Fahmy mengatakan, pembebasan korban penculikan merupakan hasil negosiasi dengan penculik dan koordinasi dari para pihak terkait.

Menurut sebuah sumber pemerintah yang berbicara kepada A-Ahram, penculikan itu berawal dari aksi protes sejumlah orang di Al-Wadi Al-Akhdar, sebelah timur kota Al-Arish. Selama dua hari berturut-turut pekan lalu mereka menuntut pembebasan Abu Shita yang diduga disiksa polisi dalam tahanan.

Oleh karena tuntutannya tidak diindahkan oleh polisi, mereka memutuskan untuk melakukan aksi yang lebih berani. Orang-orang itu memblokir jalan yang menghubungkan Al-Arish dengan Syaikh Zuwaid dan memeriksa setiap kendaraan yang lewat untuk mencari personel keamanan Mesir.

“Ketika para penculik meminta orang-orang yang ada di dalam mobil menunjukkan kartu identitas mereka, salah seorang sopir mengatakan bahwa mereka bukan warga biasa, mereka tentara,” cerita sumber tersebut.

Salah seorang penculik kemudian berkat, “Justru itu yang kami inginkan.”

Ketika orang-orang itu memblokir jalan, tujuan awalnya bukan untuk menculik, melainkan hanya ingin menarik perhatian guna memprovokasi polisi agar bertindak, jelas pejabat pemerintah tersebut.

Pemimpin pemerintahan Palestina di Jalur Gaza, Ismail Haniyah, mengucapkan selamat kepada Mesir atas keberhasilan operasi tersebut, yang disebutnya sebagai bukti kedaulatan pemerintah Kairo.

Salah satu pihak yang paling menderita akibat aksi protes petugas keamanan yang menutup jalur perbatasan Rafah-Gaza adalah warga Palestina yang diblokade Zionis Israel. Baca berita sebelumnya: Tentara Mesir Diculik, Pelintas Batas Rafah Jadi Korban.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Boko Haram Menculik Puluhan Pria dan Anak Laki-Laki

Boko Haram Menculik Puluhan Pria dan Anak Laki-Laki

Anak-Anak Muslim di Linxia China Dilarang Mempelajari Agama dan Masuk Masjid

Anak-Anak Muslim di Linxia China Dilarang Mempelajari Agama dan Masuk Masjid

Kasus Aborsi di Turki Meningkat Tajam

Kasus Aborsi di Turki Meningkat Tajam

Mantan PM Australia Tuduh Howard Sengaja Cari Musuh

Mantan PM Australia Tuduh Howard Sengaja Cari Musuh

Bank Vatikan Terlibat Kasus Pencucian Uang?

Bank Vatikan Terlibat Kasus Pencucian Uang?

Baca Juga

Berita Lainnya