Ahad, 11 Juli 2021 / 31 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

Amerika Sita Rekaman Milik Associated Press

Bagikan:

Hidayatullah.com—Departemen Kehakiman Amerika Serikat membela diri atas penyitaan rekaman telepon milik Associated Press.

Penyitaan itu diyakini berkaitan dengan penyelidikan apakah berita yang ditulis oleh kantor berita AP mengenai sebuah rencana teror yang gagal di Yaman berdasarkan pada bocoran informasi rahasia.

“Ini termasuk dua dari tiga bocoran paling serius yang pernah saya lihat. Ini membahayakan rakyat Amerika dan hal ini tidak dilebih-lebihkan. Hal ini membahayakan rakyat Amerika dan upaya mencari siapa yang bertanggungjawab atas hal ini menurut saya membutuhkan tindakan yang sangat agresif,” kata Jaksa Agung Eric Holder dikutip Euronews (15/5/2013).

AP mengecam tindakan penyitaan itu yang disebutnya melanggar kebebasan pers. Biasanya media mendapatkan pemberitahuan di awal tentang semua rencana penyitaan, tetapi AP mengaku justru diberitahu setelah kejadian.

Pihak Gedung Putih mengatakan Presiden Barack Obama tidak tahu-menahu mengenai penyitaan yang dilakukan Departemen Kehakiman itu.

Jurubicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Obama mengingatkan agar apa yang menjadi rahasia negara harus tetap menjadi rahasia, guna melindungi kepentingan nasional AS.

Kejadian ini menimbulkan perdebatan dikalangan pengamat yang mempertanyakan apakah Obama sedang berusaha melindungi kepentingan negara ataukah justru sedang berupaya menjaga privasinya sendiri.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mayoritas Muslim Percaya Usamah Dibanding Bush

Mayoritas Muslim Percaya Usamah Dibanding Bush

Hamas Palestina

Kelompok HAM Sebut Dunia telah Gagal Melindungi Penduduk Palestina dari Kejahatan ‘Israel’

Muslim Louisville Beli Bekas Gereja untuk Sekolah Islam

Muslim Louisville Beli Bekas Gereja untuk Sekolah Islam

Rezim Bashar Tutup Akses Bantuan International ke Wilayah Oposisi

Rezim Bashar Tutup Akses Bantuan International ke Wilayah Oposisi

M16: Saddam Mungkin Selamat

M16: Saddam Mungkin Selamat

Baca Juga

Berita Lainnya