Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dua Menteri Prancis Memboikot Dialog dengan Tariq Ramadan

Bagikan:

Hidayatullah.com—Dua menteri Prancis menolak untuk menghadiri sebuah konferensi guna membahas masa depan Uni Eropa, hari Rabu (8/5/2013), setelah mengetahui bahwa tokoh Muslim Eropa Tariq Ramadan ikut hadir dalam acara tersebut.

Dilansir France24, keputusan Menteri Dalam Negeri Manuel Valls dan Menteri Hak-Hak Wanita Najat Vallaud-Belkacem membatalkan kehadiran mereka dalam dialog tersebut disesalkan oleh pihak penyelenggara.

Konferensi ‘The State of the Union’ digelar oleh European University Institute bekerjasama dengan harian Prancis Le Monde dan harian Inggris The Financial Times. Konferensi tahunan itu mempertemukan tokoh-tokoh politik dan pemikir terkemuka Eropa guna membahas masa depan Uni Eropa.

Stephan Albrechtskirchinger dari European University Institute menyebut keputusan Valls dan Vallaud-Belkacem (wanita keturunan imigran Muslim pertama yang menjadi menteri di Prancis) sebagai suatu hal yang disesali, mengingat Ramadan memiliki “pengakuan akademik tak terbantahkan” sebagai profesor bidang kajian Islam kontemporer di Universitas Oxford.

Tariq Ramadan adalah cucu pendiri Al-Ikhwan al-Muslimun Hassan al-Banna. Banyak kalangan di Eropa memandangnya sebagai Muslim berpikiran moderat dan dipuji karenanya, tetapi tidak sedikit yang menilainya radikal sehingga dia dikecam.

Pria yang mengenyam pendidikan di Swiss itu banyak membuat orang Eropa marah dengan teorinya tentang peradaban masyarakat Eropa yang disebutnya semakin menurun dan bagaimana Islam akan berkembang di Eropa.

Tahun 1995, untuk sementara Ramadan dilarang masuk ke Prancis karena dituding terlibat dalam aksi teror di Aljazair, negara bekas jajahan Prancis. Namun hal yang paling membuat orang Prancis geram adalah kritikan-kritikannya terhadap Nicolas Sarkozy. Tahun 2003 Ramadan terlibat perdebatan dengan Nicolas Sarkozy, yang saat itu masih menjadi menteri dalam negeri Prancis, mengenai hukuman mati. Ramadan menolak untuk mengecam hukum rajam.

Bruno le Maire, politisi Prancis dari partai konservatif UMP, yang diundang ke pertemuan Eropa itu kepada Le Monde mengatakan, kehadiran Tariq Ramadan tidak mempengaruhi keikutsertaan dirinya. “Saya biasanya tidak menyerah kepada orang-orang yang berbeda pandangan dengan saya, justru saya melawan mereka,” katanya.

Tokoh lain yang menghadiri acara itu termasuk Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso, ekonom Italia Mario Monti dan pemimpin Partai Buruh Inggris Ed Miliband.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Suami-istri Bercerai Gara-gara Remote Control

Suami-istri Bercerai Gara-gara Remote Control

Laporan Penyelidikan: Kerusuhan Februari di Delhi Direncanakan dengan Baik

Laporan Penyelidikan: Kerusuhan Februari di Delhi Direncanakan dengan Baik

Saudi Kucurkan USD 200 Juta untuk Palestina

Saudi Kucurkan USD 200 Juta untuk Palestina

Polisi Berlin Dipusingkan Dengan Taksi Kokain

Polisi Berlin Dipusingkan Dengan Taksi Kokain

Kongres AS Tetap Loloskan RUU Sanksi Baru Atas 3 Negara, meskipun  Trump Keberatan

Kongres AS Tetap Loloskan RUU Sanksi Baru Atas 3 Negara, meskipun Trump Keberatan

Baca Juga

Berita Lainnya