Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Kelompok Muslim Bangladesh Tuntut Nilai-nilai Islam

Bagikan:

Hidayatullah.com–Ratusan ribu pengunjuk rasa dari kalangan Islam menggelar pawai di ibukota Bangladesh, Dhaka, guna menuntut fokus lebih besar pada nilai-nilai Islam.

Di antara tuntut mereka adalah hukuman mati bagi pihak-pihak yang menghina Islam. Pemrotes dari kelompok Hefazat-i-Islam itu juga menuntut pemisahan lebih luas antara perempuan dan laki-laki.

Di jalan-jalan Dhaka pada Ahad (05/05/2013), pengunjuk rasa meneriakkan “Allahu Akbar!” dan “Satu Poin! Satu Tuntutan! Atheis harus digantung”, demikian dikutip BBC.

Kantor berita AFP melaporkan mereka setidaknya melewati enam jalan utama.

Aksi kelompok Hefazat-i-Islam diwarnai dengan kerusuhan. Sebagian dari mereka membakar toko-toko dan sejumlah kendaraan.

UU Penistaan agama

Mereka juga memblokir jalan bebas hambatan sehingga ibukota terisolasi dari wilayah-wilayah lain.

Sedikitnya tiga orang tewas dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka dalam bentrokan antara pemrotes dan aparat keamanan.

Polisi menggunakan peluru karet dan gas air mata untuk mengendalikan kerusuhan.

Hefazat-i-Islam mempunyai pendukung kuat di kalangan madrasah. Tetapi pemerintah, yang menyebut Bangladesh sebagai demokrasi sekuler, menolak tuntutan agar dibuat undang-undang baru tentang penistaan agama.

Perdana Menteri Syeikh Hasina mengatakan undang-undang yang ada sudah memadai.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Norwegia Peringati Pembantaian Teroris Kristen Breivik

Norwegia Peringati Pembantaian Teroris Kristen Breivik

Lembaga Antikorupsi Malaysia Tidak Terima Penyelidikan Kasus PM Najib Razak Ditutup

Lembaga Antikorupsi Malaysia Tidak Terima Penyelidikan Kasus PM Najib Razak Ditutup

Satu-satunya Sinagoge di Indonesia Diresmikan

Satu-satunya Sinagoge di Indonesia Diresmikan

Anwar Ibrahim Menangkan Gugatan

Anwar Ibrahim Menangkan Gugatan

Politisi Senior Partai Republik Paul Ryan Tak Bersedia Membela Donald Trump

Politisi Senior Partai Republik Paul Ryan Tak Bersedia Membela Donald Trump

Baca Juga

Berita Lainnya