Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Pesawat Kargo Amerika Jatuh di Bagram Terekam Kamera

Bagikan:

Hidayatullah.com—Hari Senin (29/4/2013) sebuah pesawat kargo Boeing 747 milik Amerika Serikat yang baru lepas landas dari pangkalan militer AS di Bagram, Afghanistan, jatuh lalu terbakar sehingga menewaskan seluruh tujuh awak pesawat di dalamnya. Peristiwa itu terekam kamera mobil sebuah kendaraan yang melintas.

Dilansir CNN, Kamis (2/5/2013) tim penyelidik keselamatan transportasi Amerika Serikat tiba di Afghanistan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat jumbo jet itu.

Tim dari badan keselamatan transportasi AS, NTSB, dipimpim penyelidik senior Tim LeBaron. Mereka akan bekerjasama dengan lembaga penerbangan federal AS FAA dan Boeing, sebagai pembuat pesawat tersebut.

Menurut pernyataan NTSB, Kementerian Transportasi Afghanistan memimpin penyelidikan kasus jatuhnya pesawat kargo yang terbang dari pangkalan militer AS di Bagram itu.

Kamera yang terpasang di sebuah mobil yang melintas di jalanan sekitar lokasi kejadian, berhasil merekam beberapa menit momen terpenting ketika pesawat gendut itu oleng dan akhirnya meledak saat menghantam tanah.

Sekitar 12 detik menjelang jatuh, pesawat tampak miring ke kanan dan ke kiri, dari posisi sebelumnya di mana bagian hidung pesawat masih mengarah ke atas setelah lepas landas. Dalam 23 detik pesawat kemudian meluncur ke bumi dengan bagian hidungnya menyentuh tanah terlebih dahulu, lalu meledak dengan api besar dan asap hitam pekat membumbung ke udara.

“Itu merupakan peristiwa kejatuhan dari udara yang dramatis,” kata Arthur Rosenberg, seorang pilot dan teknisi pesawat yang menjadi rekanan firma hukum Soberman & Rosenberg, spesialis menangani tuntutan hukum yang muncul akibat kecelakaan pesawat terbang.

Menurut Rosenberg, seringkali pesawat kargo jatuh karena beban yang di taruh di bagian belakang terlalu banyak.

“Menurut penglihatan saya pesawat itu berusaha melaju naik, penyebab utama sepertinya karena beban di belakang terlalu banyak,” katanya dalam wawancara telepon. “Pesawat lalu berada di bawah kecepatan minimum dan mulai oleng,” imbuhnya, seraya menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk menyebutkan penyebab utama pesawat itu jatuh.

Pesawat bernomor Flight NCR 102 itu dioperasikan oleh maskapai penerbangan National Airlines, yang berinduk pada National Air Cargo. Pesawat kargo nahas itu aslinya diparkir di Camp Bastian, sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bagram setelah mengisi bahan bakar dalam perjalanan menuju ke Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurut jurubicara National Air Cargo Shirley Kaufman, pesawat mengangkut perlengkapan militer AS yang dibawa pulang menjelang penarikan pasukan dari Afghanistan. Isinya antara lain lima kendaraan militer tahan ranjau yang biasa disebut MRAP. Sebuah MRAP bobotnya mencapai 12-24 ton, tergantung pada modelnya.

Tujuh awak pesawat yang semuanya berkewarganegaraan Amerika Serikat tewas dalam kejadian itu. Enam orang asal Michigan diidentifikasi sebagai Brad Hasler, Jeremy Lipka, Jamie Brokaw, Rinku Summan, Michael Sheets dan Gary Stockdale. Seorang korban asal Kentucky bernama Timothy Garrett.

Sementara itu pada hari Jumat (3/5/2013) pesawat Stratotanker pengisi bahan bakar jet tempur di udara milik AS meledak di Kyrgyzstan, tidak lama setelah lepas landas dari pangkalan militer AS Manas. Baca berita sebelumnya: Pesawat Militer Amerika Meledak di Langit Kyrgyzstan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kemiskinan di Amerika Bertambah, Meski Ada Pemulihan Ekonomi

Kemiskinan di Amerika Bertambah, Meski Ada Pemulihan Ekonomi

Benyamin Netanyahu Pidato Kontroversial, Sudutkan Muslim terlibat Holocaust

Benyamin Netanyahu Pidato Kontroversial, Sudutkan Muslim terlibat Holocaust

Bashar Al Assad Akui Kekurangan Tentara Hadapi Kelompok Pembebasan

Bashar Al Assad Akui Kekurangan Tentara Hadapi Kelompok Pembebasan

Protes Massal Penodaan Al-Quran di Mauritania

Protes Massal Penodaan Al-Quran di Mauritania

Sanksi AS Terhadap Iran Dianggap Gagal

Sanksi AS Terhadap Iran Dianggap Gagal

Baca Juga

Berita Lainnya