IRCICA Hidupkan Kembali Peradaban dan Seni Kaligrafi Islam

Kompetisi mendedikasikan nama yang memiliki kontribusi luar biasa menghidupkan kembali dan mempromosikan seni kaligrafi Islam, Ekmeleddin Ihsanoglu

IRCICA Hidupkan Kembali Peradaban dan Seni Kaligrafi Islam

Terkait

Hidayatullah.com— Kompetisi “Kaligrafi Internasional ke-9” yang dilaksanakan oleh the Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) berpusat di Istanbul – Turki diselenggarakan tiga tahun sekali.

Juri dari kompetisi kaligrafi kali ini telah berkumpul pada tanggal 15-25 April 2013 di markas IRCICA di Yıldız Palace, Istanbul untuk mengevaluasi karya yang masuk dalam kompetisi.

Kompetisi yang akhirnya telah menorehkan tiga Indonesia menjadi juara; Nur Hamidiyah (juara pertama) dan Alim Gema Alamsyah (juara kedua kategori khat maghribi) dan Feri Budiantoro (juara harapan) kategori khat riq’ah ikut dihadiri para juri kaligrafi bertaraf internasional.

Di antara para juri yang hadir adalah; Dr Halit Eren (Direktur Jenderal IRCICA, Ketua Panitia Kompetisi), Mus’ad Khudair Al-Borsaidi (Profesor Kaligrafi, Mesir), Ubaida Muhammad Al-Banki (Profesor Kaligrafi, Suriah), Belaid Hamidi, (Profesor Kaligrafi, Maroko), Dr Abdul Reza Bahia, (Profesor Kaligrafi, Iraq), Jelil Rasouli, (Profesor Kaligrafi, Iran), Fuat Basar, (Profesor Kaligrafi, Turki) dan Davut Bektas, (Profesor Kaligrafi, Turki).

Sepuluh kategori khat yang diperlombakan dalam kompetisi kaligrafi kali ini, yaitu: Jaly Tsuluts, Tsuluts, Naskh, Jaly Ta’liq, Nasta’liq, Diwani Jaly, Diwani, Kufi, Riq’ah dan Maghribi.

Juri memeriksa 900 karya yang dikirim oleh 672 peserta dari 39 negara, yang diklasifikasikan terlebih dahulu oleh sekretariat kompetisi.

Pelaksanaan ini berlangsung dalam tahap pemilihan, dengan mempertimbangkan aturan dan kondisi kompetisi dan standar kualitas minimum yang akan diperlukan dalam kompetisi internasional ini, karya-karya tersebut telah melalui proses pemilihan yang sangat ketat hingga menyisakan karya-karya terbaik.

IRCICA adalah sebuah lembaga internasional yang aktif di bidang penelitian, penerbitan, dokumentasi dan informasi. Mandatnya mencakup aneka tema di bidang sejarah negara-negara Muslim, sejarah seni dan ilmu dalam Islam, dan bidang studi lainnya dalam budaya dan peradaban Islam. Melalui kegiatan kompetisi kaligrafi ini, IRCICA bertujuan memperkenalkan kebudayaan dan peradaban Islam di seluruh dunia dan bertindak sebagai katalis untuk penelitian dan kerjasama di bidang yang bersangkutan, untuk mempromosikan mental toleransi antar sesama Muslim dan dengan bangsa dan budaya dari dunia lain.

Seperti diketahui, IRCICA memulai kegiatannya pada tahun 1980 sebagai induk pertama dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berhubungan dengan kebudayaan.

Markas besar IRCICA berada di tiga bangunan bernama Seyir Pavilion, Cit Qasr dan Gedung Yaveran dalam sejarah Istana Yildiz di Besiktas, Istanbul. Bangunan-bangunan ini dialokasikan untuk pusat oleh Pemerintah Republik Turki.

Ide kompetisi kaligrafi internasional pertama kali disebutkan dalam “Deklarasi Istanbul untuk Seni Islam” yang diterbitkan pada “Simposium Internasional tentang ‘Prinsip umum, Bentuk dan Tema Seni Islam’” yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Sejarah Islam, Seni dan Budaya (IRCICA) pada bulan April 1983.

Para master dan pecinta kaligrafi menghadiri simposium dianggap berbagai aspek seni ini dan menekankan peran yang dimainkan oleh kaligrafi di berbagai cabang sebagai pemersatu seni Islam. Mereka juga mengakui kebutuhan dan kegunaan mengorganisir kompetisi kaligrafi.

Tujuan dari kompetisi internasional ini adalah untuk menghidupkan kembali dan mendorong pengembangan “Kaligrafi Islam klasik”. Dengan demikian, hal ini bertujuan untuk mendorong seniman kaligrafi Islam untuk menghasilkan karya dalam kerangka semangat tradisional dan untuk melindunginya dari tren yang muncul di luar prinsip-prinsip “Kaligrafi Islam klasik”.

Upaya ini akan memberikan dasar umum untuk semua kaligrafi Muslim untuk bertukar pengetahuan dan pendekatan mereka, dan memungkinkan pengembangan rasa artistik saling dihargai oleh umat Islam di seluruh dunia.

Dalam semangat untuk mendorong seniman muda untuk meniru contoh dari guru besar kaligrafi dan pada saat yang sama untuk memperingati prestasi mereka.

IRCICA mengorganisir kompetisi internasional pertama (1986) atas nama Hamid al-Amidi (1891-1982); kedua (1989) atas nama Yaqut al-Mustasimi (? -698/1298); ketiga (1992) atas nama Ibn al-Bawwab (? -413/1022); keempat (1997) atas nama Syeikh Hamdullah (833-926/1429-1520); kelima (2000) atas nama Sayyid Ibrahim (1897-1994); keenam (2003) dalam nama Mir Imad al-Hasani (961-1024/1554-1615); ketujuh (2006) atas nama kaligrafer Iraq, Hasyim Muhammad al-Baghdadi (1335-1393/1917- 1973); kedelapan atas nama kaligrafi Suriah Muhammad Badawi al-Dirani (1312-1387/1894-1967); dan pada kompetisi kali ini mendedikasikan sebuah nama yang memiliki kontribusi luar biasa menghidupkan kembali dan mempromosikan seni kaligrafi Islam; Ekmeleddin Ihsanoglu.

Sekjen OKI itu pernah memegang jabatan ketua kehormatan dari juri kompetisi bergengsi di dunia seni kaligrafi ini. */Maher Sholeh

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !