Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Saudi: Sikap Keras Zionis Macetkan Perdamaian Timur Tengah

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pembangkangan dan sikap keras Zionis Israel, telah membuat upaya pencapaian perdamaian abadi di Timur Tengah berjalan di tempat, kata utusan Arab Saudi untuk PBB kepada Dewan Keamanan.

“Berlanjutnya ekspansi permukiman Israel dan perlakuan terhadap para tahanan Palestina, menunjukkan pembangkangan dan penghinaan terhadap masyarakat internasional,” kata Duta Besar Arab Saudi untuk Abdullah Al-Muallemi, seperti diberitakan Arab News, Jumat (26/04/2013).

Berbicara pada debat terbuka mengenai Timur Tengah, ia mengatakan, para pemukim Israel selalu melakukan serangan terhadap warga Palestina.

Perwakilan Saudi itu menyebut tentang tewasnya seorang anak Palestina berusia sembilan tahun, Malik Adel Al-Shaer, yang ditabrak kendaraan pemukim Israel.

Ia menyerukan kepada PBB dan masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan pada Israel agar menghormati hak-hak para tahanan Palestina dan anak-anak Palestina.

Menekankan pentingnya pelaksanaan Inisiatif Perdamaian Arab tahun 2002, Al-Muallemi mengatakan, Arab Saudi dan semua negara Arab lain, lewat Initiative, menunjukkan niat baik mereka untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi bagi Israel dan Palestina, namun kesempatan ini cepat surut karena agresi Israel yang terus berlanjut.

“Situasi kemanusiaan yang memburuk dan para pengungsi yang terus mengalir, menjadikan ancaman bagi keamanan dan stabilitas di kawasan itu,” kata Al-Muallemi.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ada Desa Anak-anak Kembar di India

Ada Desa Anak-anak Kembar di India

Tak Tampak Pemilih Berjanggut, An Nur: 95 % Anggotanya Ikut

Tak Tampak Pemilih Berjanggut, An Nur: 95 % Anggotanya Ikut

AirAsia Buka Layanan Akikah Digital di Tengah Pandemi

AirAsia Buka Layanan Akikah Digital di Tengah Pandemi

Simposium ‘Gaya Hidup Era Khilafah Utsmaniyah’ Diadakan di Istanbul

Simposium ‘Gaya Hidup Era Khilafah Utsmaniyah’ Diadakan di Istanbul

Referendum Konstitusi Australia untuk Akui Aborigin sebagai Penduduk Pertama

Referendum Konstitusi Australia untuk Akui Aborigin sebagai Penduduk Pertama

Baca Juga

Berita Lainnya