Kamis, 18 Februari 2021 / 6 Rajab 1442 H

Internasional

Kendalikan Harga, Pedagang Saudi Wajib Pasang Harga

Bagikan:

Hidayatullah.com—Dalam rangka mengendalikan harga agar tidak semena-mena dinaikkan oleh para pedagang, pemerintah Arab Saudi mewajibkan toko-toko memasang harga dalam bahasa Arab untuk setiap barang yang dijualnya, lansir Arab News Ahad (21/4/2013).

Pejabat Kementerian Perdagangan mengatakan, sejumlah toko yang melanggar telah didenda. Pelanggaran pertama kali dikenai denda 1.000 riyal. Pelanggaran kedua dikenai denda 2.000 riyal dan selanjutnya toko bisa ditutup oleh aparat.

Pejabat terkait mengatakan, toko-toko menanggapi kampanye pemasangan label harga barang itu dengan positif, sementara lainnya ada yang mengaku tidak tahu meskipun peraturan itu sudah disosialisasikan lewat media.

Pada Desember 2009 Kementerian Perdagangan dan Industri berencana memasang pemberitahuan harga barang-barang kebutuhan pokok di berbagai pusat perbelanjaan di seluruh wilayah Kerajaan Saudi secara berkala, guna memberikan informasi terbaru tentang harga-harga sembako kepada masyarakat.

Sebelum dan sesudah bulan Ramadhan tahun lalu Asosiasi Perlindungan Konsumen mencatat para pedagang menaikkan secara drastis harga-harga komiditi mereka.

Sekarang, semua toko diwajibkan memajang harga barang dagangannya, sehingga dengan meningkatnya transparansi harga diharapkan masyarakat akan diuntungkan.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Al-Ikhwan Dikecam Sponsori Artis Berbaju Mini

Al-Ikhwan Dikecam Sponsori Artis Berbaju Mini

Berkomitmen Bantu Iraq dan Kurdi, Turki Segera Melancarkan Serangan atas ISIS

Berkomitmen Bantu Iraq dan Kurdi, Turki Segera Melancarkan Serangan atas ISIS

New Zealand Kebobolan Coronavirus Varian Inggris

New Zealand Kebobolan Coronavirus Varian Inggris

Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terdampak dengan Kebijakan Lockdown

Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terdampak dengan Kebijakan Lockdown

Laba Minim Tesla akan PHK 3.000 Pekerja

Laba Minim Tesla akan PHK 3.000 Pekerja

Baca Juga

Berita Lainnya