Jum'at, 12 Februari 2021 / 29 Jumadil Akhir 1442 H

Internasional

Dunia Makin Rusak, Waria Tuntut Hak Menikah di Hong Kong

Bagikan:

Hidayatullah.com–Seorang transeksual (waria) tengah mengajukan tuntutan ke Pengadilan Banding Akhir Hong Kong agar bisa menikahi pacarnya yang sesama lelaki.

Diidentifikasi dengan inisial W – terlahir sebagai lelaki dan telah menjalani operasi ganti kelamin di sebuah rumah sakit beberapa tahun lalu – berargumentasi bahwa dirinya kini resmi sebagai seorang wanita.

Kuasa hukumnya menyatakan dia terdaftar sebagai perempuan di paspor dan kartu tanda penduduknya, dan selalu dianggap sebagai perempuan dalam setiap aspek hidupnya.
Kantor catatan sipil Hong Kong menolak permintaannya untuk menikah karena akte kelahirannya masih mencatat dirinya sebagai seorang lelaki.

Pemerintah menilai dia tidak bisa menikah karena undang-undang Hong Kong melarang pernikahan sesama jenis.

“Undang-undang pernikahan bisa dan semestinya mengakui bahwa identitas seksual bisa diubah,” kata kuasa hukum W, David Pannick dikutip BBC.

Dia menambahkan bahwa isu pernikahan sesama jenis tidak berlaku untuk kasus ini, dan operasi perubahan jenis kelamin W dilakukan atas kebutuhan medis dan dilakukan di rumah sakit publik yang didanai oleh anggaran pemerintah.

‘Konsensus sosial’

Sertifikat kelahiran W, yang tidak bisa diubah dalam undang-undang Hong Kong, masih mencatat dirinya sebagai seorang lelaki.

Robert Ribeiro, salah seorang hakim persidangan saat ditanyakan apakah isu ini bisa diselesaikan dalam persidangan, menjawab: ”Masalah tersebut mungkin harus diselesaikan melalui legislasi.”

W membawa kasus ini ke Pengadilan Banding Akhir setelah Pengadilan Tinggi Hong Kong menolak kasusnya di tahun 2010.

Saat itu, Hakim Pengadilan Tinggi Andrew Cheung mengatakan dia tidak melihat adanya bukti untuk mendukung ”adanya perubahan konsesus sosial di Hong Kong terkait pernikahan mencakup pasca operasi waria”.

Waria yang telah menjalani operasi ganti kelamin diijinkan menikah di sejumlah negara, termasuk di China, beberapa negara Eropa dan Kanada.

Hong Kong, yang menjadi koloni Inggris hingga 1997, memiliki kebebasan otonomi dari Beijing.

Pemerintahan diatur berdasarkan azas ”satu negara, dua sistem”, yang disepakati China untuk menjaga sistem ekonomi dan sosial kawasan ini selama 50 tahun dari tanggal penyerahan koloni.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Amerika Wajibkan Visa Bagi Pelancong yang Pernah Kunjungi Negara Sarang Terorisme

Amerika Wajibkan Visa Bagi Pelancong yang Pernah Kunjungi Negara Sarang Terorisme

Mursy Anulir Dekrit, Oposisi Bilang Tidak Cukup

Mursy Anulir Dekrit, Oposisi Bilang Tidak Cukup

70.6 % Responden Percaya “Operasi Gerakan Korupsi” di Turki Agenda Global

70.6 % Responden Percaya “Operasi Gerakan Korupsi” di Turki Agenda Global

“Sayembara” 40 Juta untuk Tulisan tentang Al Aqsa

“Sayembara” 40 Juta untuk Tulisan tentang Al Aqsa

Ikhwanul Muslimin Tolak UU Darurat Keamanan Mesir

Ikhwanul Muslimin Tolak UU Darurat Keamanan Mesir

Baca Juga

Berita Lainnya