Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Ledakan Maraton Boston Dianggap Aksi Terorisme

Bagikan:

Hidayatullah.com—Ledakan di dekat garis finish maraton internasional di Boston hari Senin (15/4/2013) langsung ditetapkan sebagai tindakan teror oleh pemerintah Amerika Serikat di Washington.

Ledakan yang terjadi saat sebagian pelari sudah memasuki garis akhir maraton itu menewaskan dua orang, salah satunya bocah laki-laki berusia 8 tahun, dan sedikitnya 80 orang lain terluka, lapor Aljazeera.

Ledakan terjadi di dekat garis akhir di Boylston Street.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, ledakan yang terjadi sesaat sebelum pukul 3 petang hari Senin itu akan ditangani sebagai kasus terorisme.

Pejabat kepolisian mengatakan bahwa layanan telepon selular di Boston sudah dimatikan guna mencegah potensi ledakan lain yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan telepon genggam.

Lebih dari satu jam kemudian, terjadi kebakaran di Perpustakaan Kepresidenan John F Kennedy beberapa mil jauhnya dari ledakan tersebut. Namun menurut Komisioner Polisi Boston Ed Davis, penyelidik mengatakan bahwa kebakaran di perpustakaan itu tidak terkait dengan ledakan di lokasi maraton.

Seorang pejabat senior intelijen AS mengatakan, dua alat peledak lain ditemukan di dekat lokasi kejadian dan sudah dilumpuhkan.

Davis mengatakan, ledakan itu disebabkan oleh alat peledak berkekuatan besar. “Kami menanyai banyak orang, tetapi belum ada tersangka yang ditahan,” katanya.

Presiden AS Barack Obama mengatakan, tidak jelas siapa dibelakang aksi ledakan itu, namun dia berjanji akan menindak tegas pelakunya. Obama mengaku sudah memerintahkan jajarannya agar meningkatkan keamanan negara.

Sementara itu Walikota New York Michael Bloomberg mengatakan, keamanan di wilayahnya ditingkatkan terutama di kawasan strategis dan infrastruktur vital, termasuk kereta bawah tanah.

“Kami punya 1.000 anggota NYPD yang ditugaskan untuk menjalankan tugas kontraterorisme. Dan mereka, bersama dengan seluruh unsur NYPD dan investasi yang telah kami buat dalam infastruktur kontraterorisme dikerahkan secara penuh untuk melindungi kota kami,” kata Bloomberg dalam pernyataannya.

NYPD adalah kepolisian wilayah New York yang memiliki program intelijen khusus antiteror yang mengawasi pergerakan warga Muslim di New York dan juga negara bagian lain di AS.

“Banyak orang yang jadi korban,” kata seorang pria pelari bernomor 17528 yang mengaku bernama Frank Deruyter.

Laura McLean, seorang pelari dari Toronto, Kanada, mengaku mendengar dua ledakan di luar tenda medis.

Ledakan terjadi 3 jam setelah ribuan pelari dari seluruh dunia berangkat dari garis awal Boston Marathon ke-117 itu.

Panita mengatakan, peserta yang masih belum mencapai garis akhir saat peristiwa ledakan terjadi, dikumpulkan di area-area pertemuan. Perlombaan mereka tidak dituntaskan. *

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Ulama Kurdi: Tujuan ISIS Perburuk Citra Islam

Ulama Kurdi: Tujuan ISIS Perburuk Citra Islam

Aramco Diserang untuk Menghancurkan Ekonomi Saudi

Aramco Diserang untuk Menghancurkan Ekonomi Saudi

9 Orang Tewas dalam Referendum di Mesir

9 Orang Tewas dalam Referendum di Mesir

Kenya Akan Gunakan Chloroquine Dalam Kasus Kritis Covid-19

Kenya Akan Gunakan Chloroquine Dalam Kasus Kritis Covid-19

Mahathir Mohamad Sangkal Pembebasan Siti Aisyah Atas Diplomasi Jokowi

Mahathir Mohamad Sangkal Pembebasan Siti Aisyah Atas Diplomasi Jokowi

Baca Juga

Berita Lainnya