Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Misy’al Kembali Terpilih Memimpin Hamas

Bagikan:

Hidayatullah.com—Kelompok perjuangan Palestina Hamas hari Senin (1/4/2013) kembali memilih Khalid Misy’al untuk masa jabatan baru. Demikian dikatakan sumber-sumber pejabat gerakan itu yang sedang berkumpul di Kairo.

“Para pemimpin Hamas memilih Misy’al,” kata salah seorang pejabat tinggi Hamas kepada AFP lewat telepon dari ibukota Kairo dan meminta untuk tidak disebutkan namanya, kutip Al-Arabiya.

Sebelumnya para pejabat Hamas sudah mengatakan kemungkinan Misy’al akan dipilih kembali oleh Dewan Syura guna memimpin organisasi mereka empat tahun ke depan dan menyebut pengangkatannya kembali “sudah diketahui luas.”

Meskipun demikian, menjelang pertemuan, muncul spekulasi bahwa pemimpin yang tinggal dalam pengasingan itu akan dipinggirkan oleh para pemimpin lainnya, yang memerintah di Gaza sejak 2007.

Misy’al sendiri tahun lalu sudah menyatakan tidak berharap terpilih kembali.

Namun rupanya, keadaan dan situasi di Timur Tengah yang berubah setelah Arab Spring 2011 “mendorong Hamas untuk memilih kembali Misy’al … yang teah memberikan wajah nasional bagi gerakan itu … serta memiliki hubungan baik dengan negara-negara Arab,” kata salah seorang pejabat Hamas kemarin.

Misy’al, 56, merupakan seorang politisi veteran yang memiliki hubungan baik dengan negara-negara di kawasan itu seperti Mesir, Qatar dan Turki. Dia merupakan kunci pembebasan Hamas dari isolasi politik menyusul kemengangan gerakan tersebut dalam pemilu dan mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza pada tahun 2007.

Dilaporkan 2 orang anggota Dewan Syura, yang diyakini memiliki 60 anggota, menolak pengangkatan kembali Misy’al sebagai pemimpin Hamas.

Hamas sudah memulai proses pemilihan internal sejak setahun lalu, yang dilakukan secara rahasia di sejumlah negara, dengan kondisi yang diliputi dengan misteri karena tertutup erat dan kekurangan logistik yang terus menerus.

Gerakan Hamas terdiri dari empat komponen, para aktivis di Jalur Gaza, di Tepi barat, di pengasingan atau negara-negara lain, serta mereka yang dipenjara oleh Zionis Yahudi. Setiap komponen itu memilih pemimpin lokal mereka masing-masing dan delegasi untuk duduk di Dewan Syura. Dewan tersebut kemudian memilih anggota politbiro pembuat keputusan dan pemimpin lembaga tersebut. Tahap terakhir itulah yang dituntaskan di Kairo kemarin.

Misy’al pertama kali menjadi pemimpin Hamas pada tahun 1996 dan empat tahun ke depan dia masih akan membawa gerakan itu memperjuangkan pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis Yahudi.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Mantan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al-Faisal Wafat

Mantan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud Al-Faisal Wafat

“Je Suis Muslim” Ratusan Orang di Sydney Mengecam Charlie Hebdo

“Je Suis Muslim” Ratusan Orang di Sydney Mengecam Charlie Hebdo

Air Dipajak, Rakyat Irlandia Protes Turun ke Jalan

Air Dipajak, Rakyat Irlandia Protes Turun ke Jalan

Pelajar Uighur di Turki dan Anak Gaza Dukung Aksi Indonesia Tekan China

Pelajar Uighur di Turki dan Anak Gaza Dukung Aksi Indonesia Tekan China

Rusia: Pemberontak Mali = Pemberontak Libya yang Dipersenjatai Barat

Rusia: Pemberontak Mali = Pemberontak Libya yang Dipersenjatai Barat

Baca Juga

Berita Lainnya