Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Internasional

Lima Masjid Dibakar dan 30 Tewas dalam Konflik di Myanmar Terbaru

Bagikan:

Hidayatullah.com—Hari Jum’at malam, dilaporkan lima masjid terbakar dan dilaporkan 30 orang meninggal selama kekerasan yang kaum Muslim dan umat Budha di Myanmar (atau juga sering disebut Burma) yang berlangsung sejak hari Rabu. Namun sampai saat ini belum ada kepastian secara resmi mengenai jumlah orang tewas.

Akibat musibah ini, pemerintah setempat memberlakukan jam malam pada hari kedua.

Meski kekerasan sudah mulai reda pada hari Jumat pagi (22/03/2013) tetapi kota Meikhtila tetap tegang dan berbahaya. Demikian kata Win Htein, seorang anggota parlemen Burma dari partai oposisi Liga Demokrasi Nasional. [Baca: Masjid Dibakar, Bentrokan Muslim-Buddha di Myanmar Kembali Terjadi]

“Rumah-rumah warga Muslim yang dibakar terus terbakar tetapi penduduk kaum Budha yang marah dan biarawan menghambat pihak berwenang memadamkan kebakaran,” jelas Win Htein dikutip Voice of America (VOA).

Kekerasan tersebut diawali oleh pertengkaran antara seorang Muslim pemilik toko emas dan pelanggannya seorang pemeluk Budha. Seorang biksu termasuk di antara para korban yang pertama tewas, mengakibatkan meningkatnya ketegangan dan memicu kemarahan massa Budha di daerah penduduk Muslim.

Menurut Win Htein, Meikhtila adalah kira-kira 550 kilometer sebelah utara kota besar Yangon yang berpenduduk kira-kira 100 ribu orang, dan sepertiga penduduknya Muslim. Sebelum kekerasan pekan ini, masyarakat Muslim di wilayah tersebut memiliki sekitar 17 masjid.

Sulit menentukan besarnya kerusakan di kota itu, karena penduduk terlalu takut keluar ke jalan-jalan dan berlindung di biara-biara atau tempat lain yang jauh dari kekerasan.

“Kami tidak merasa aman dan kami sekarang telah pindah ke dalam biara-biara,” kata Sein Shwe, seorang pemilik toko. “Keadaan tidak dapat diperkirakan dan berbahaya.”

Banyak penduduk beragama Islam dilaporkan telah melarikan diri dan mencari perlindungan di sebuah lapangan olahraga. Muncul laporan juga bahwa wartawan yang bekerja di kota Meiktika diancam.

“Ketika saya melompat dari mobil, sekelompok orang mulai menyerang saya. Mereka memukul saya dengan pedang dan pisau,” kata seorang pengungsi Muslim yang kini berlindung di stadion.

Semenjak berlangsungnya peristiwa ini, Kota Meiktila dilaporkan tertutup untuk umum bahkan wartawan tidak diperbolehkan masuk. Kantor presiden Thein Sein mengatakan pengumuman keadaan darurat ini akan membuka jalan bagi militer untuk mengembalikan kestabilan di kota yang terletak 130 kilometer di sebelah utara dari ibu kota Naypyidaw.

Namun beberapa video yang muncul di jejaring media social, sebagaimana dikutip ABC, Australia, menunjukkan gedung-gedung yang terbakar, dan beberapa saksi mengatakan adanya jenazah-jenazah manusia bertebaran di jalan-jalan.

Sejak konflik terjadi di wilayah Rakhine tahun lalu, lebih dari 110 kaum Muslim Rohingya telah meninggal dan 120.000 orang telah kehilangan tempat tinggal. Mereka juga melarikan diri dengan kapal-kapal, banyak di antaranya menuju Malaysia, Bangladesh bahkan Indonesia. Yang memilikukan, keberadaan mereka yang butuh penampungan dan tempat tinggal layaknya manusia justru ditolak di mana-mana, termasuk di Indonesia.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Turki Berharap Gejolak Iran Segera Tenang

Turki Berharap Gejolak Iran Segera Tenang

Pimpinan Taliban Mullah Umar Ditangkap Intelijen Pakistan

Pimpinan Taliban Mullah Umar Ditangkap Intelijen Pakistan

Calon Presiden AS Janjikan Perlindungan Lebih Baik Bagi Israel

Calon Presiden AS Janjikan Perlindungan Lebih Baik Bagi Israel

59 Orang Meninggal di Kashmir setelah Hujan Lebat

59 Orang Meninggal di Kashmir setelah Hujan Lebat

Akhirnya Resolusi PBB Terhadap Suriah Batal

Akhirnya Resolusi PBB Terhadap Suriah Batal

Baca Juga

Berita Lainnya