Senin, 6 Desember 2021 / 30 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Keuskupan LA Rogoh Kocek USD10 Juta Tutup 4 Kasus Pedofilia

Bagikan:

Hidayatullah.com—Keuskupan Agung Katolik Roma di Los Angeles akan membayar hampir USD10 juta guna menuntaskan 4 tuntutan kasus pedofilia yang telah diakui oleh pendeta pelaku kepada atasannya Kardina Roger Mahony 30 tahun silam. Demikian dikonfirmasi pihak kejaksaan hari Selasa (12/3/2013) lapor Associated Press.

Pencabulan bocah-bocah itu dilakukan oleh pendeta yang kini sudah pensiun, Michael Baker, selama 26 tahun dari 1974 sampai 2000. Dua orang rohaniwan itu rencananya akan mulai disidang bulan depan. Seorang hakim mengatakan, tim pembela korban bisa menuntut ganti rugi kepada terdakwa.

Pemberian ganti rugi itu telah disepakati pekan ini.

Menurut John Manly pengacara pembela korban pencabulan rohaniwan gereja itu, Mahony tidak berbuat banyak guna mencegah Baker melanjutkan aksi bejatnya.

Mahony pensiun sebagai uskup agung Los Angeles pada 2011. Dia dikecam oleh penggantinya Uskup Jose Gomez bulan lalu setelah dokumen rahasia gereja menunjukkan kardinal itu bekerja di belakang layar untuk menutup-nutupi pencabulan para bocah yang dilakukan oleh pendeta-pendeta di gereja dan menutupi skandal gereja.

Mahony yang saat ini berada di Roma guna mengikuti proses pemilihan Paus mengetahui adanya kesepakatan ganti rugi tersebut, kata pengacara keuskupan, J Michael Hennigan.

Menurut Hennigan, gereja mengakui salah menangani Michael Baker dan oleh karenanya institusi Katolik Roma itu bertanggungjawab atas tindakan bejat Baker.

Baker sendiri tidak dapat dimintai komentarnya, tulis Associated Press.

Dua orang bersaudara yang menjadi korban dan penggugat dalam kasus ini akan mendapatkan kompensasi masing-masing USD4 juta, sedangkan dua korban penggugat lainnya masing-masing akan menerima USD1 juta, kata Manly.

Dokumen rahasia gereja menunjukkan, Baker menemui Mahony pada tahun 1984 dan mengaku mencabuli kedua bocah tersebut selama hampir 7 tahun lamanya.

Mahony kemudian memindahkan Baker ke tempat lain dan mengirimnya untuk menjalani perawatan kejiwaan. Namun, tahun esoknya Baker sudah dikembalikan ke tempatnya bertugas dengan rekomendasi dar,i dokter yang menyatakan jika dia kembali mencabuli anak-anak maka harus segera dipecat.

Tetapi pada kenyataannya, meskipun Baker berulang kali ketahuan mengusik para bocah, pendeta itu tidak disingkirkan dari tempat tugasnya. Baker bahkan ditugaskan berpindah di 9 paroki berbeda hingga tahun 2000.

Baker dinyatakan bersalah mencabuli anak-anak pada tahun 2007 dan dibebaskan dari penjara dengan uang jaminan pada 2011.

Pihak berwenang berkeyakinan Baker mencabuli sedikitnya 20 anak selama 26 tahun karirnya sebagai pendeta Katolik.

Ironisnya, orang yang semestinya dulu punya wewenang menghentikan kebejatan para pendeta –Mahony– justru sekarang sedang berada di Tahta Suci Vatikan ikut mengikuti proses pemilihan Paus yang baru sebagai “wakil Kristus”, kata Manly.

“Menurut saya hal itu sangat, sangat meresahkan,” tegas Manly.

Mahony berulang kali meminta maaf terkait tindakannya dalam menangani kasus-kasus bejat yang melibatkan para pendeta. Kardinal Katolik itu tidak bisa dimintai komentarnya sebab sedang mengikuti konklaf di Vatikan, hari Selasa.

Pada tahun 2007 saja Keuskupan Los Angeles menghadapi lebih dari 500 tutuntan atas pencabulan oleh pendeta Katolik, dengan uang kompensasi menembus rekor USD660 juta.

Baker pernah dituntut tahun 2002 dengan 34 dakwaan pencabulan atas 6 korban. Tetapi dia tidak dapat diproses dipengadilan sebab kasusnya kriminalnya dianggap telah melewati batas waktu alias kadaluarsa menurut hukum pidana.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Amnesty Minta Kematian Qadhafi Diselidiki

Amnesty Minta Kematian Qadhafi Diselidiki

Mesir Tangkap Putri dan Menantu Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Mesir Tangkap Putri dan Menantu Syeikh Yusuf al-Qaradhawi

Geliat Perempuan Somaliland

Geliat Perempuan Somaliland

Amerika:  Israel Berhak Blokade Gaza

Amerika: Israel Berhak Blokade Gaza

WHO Selidiki Eksploitasi Seksual oleh Para Dokter di RD Kongo

WHO Selidiki Eksploitasi Seksual oleh Para Dokter di RD Kongo

Baca Juga

Berita Lainnya