Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Internasional

Netanyahu Belum Berhasil Bentuk Kabinet Baru Zionis

Bagikan:

Hidayatullah.com—Presiden Israel Shimon Peres hari Sabtu (2/3/2013) memberikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu perpanjangan waktu 2 pekan untuk membentuk pemerintah koalisi baru, setelah dia gagal melakukannya pada 4 pekan pertama.

“Saya memberikanmu dua pekan lagi, berdasarkan peraturan hukum, untuk menuntaskan tugas membentuk pemerintahan,” kata Peres kepada Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi di tempat tinggal kepresidenan, lansir AFP.

Setelah partai koalisinya Likud-Beitenu memenangi pemilihan umum Januari lalu dengan meraih 31 dari 120 kursi di Knesset, Netanyahu pada 2 Februari mendapatkan tugas untuk membentuk kabinet koalisi.

Berdasarkan undang-undang, Peres memberikan Netanyahu 28 hari pertama untuk membentuk pemerintahan Zionis yang baru.

Jika tambahan waktu dua pekan tidak juga dapat dipergunakan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan, maka Peres akan meminta anggota parlemen lain untuk membentuk kabinet.

Netanyahu sebelumnya dikabarkan cenderung untuk membentuk koalisi dengan partai-partai ultra-Orthodoks dan juga dengan Yesh Atid, yang menjadi pemenang kedua pada pemilu 22 Januari kemarin dan dengan partai kanan-jauh Rumah Yahudi yang menang diurutan keempat.

Netanyahu sejauh ini baru berhasil mengajak enam orang anggota partai tengah Ha Tnuah untuk ikut dalam pemerintahan koalisinya.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Menolak Mencopot Salib dari Atap Gereja, Pastor dan Istrinya Dipenjara dengan Tuduhan Korupsi

Menolak Mencopot Salib dari Atap Gereja, Pastor dan Istrinya Dipenjara dengan Tuduhan Korupsi

Penguburan Muslim Korban Covid-19

Sri Lanka Pilih Pulau Terpencil Sebagai Tempat Penguburan Muslim dan Kristen Korban Covid-19

Kelompok Anti Muslim Australia Mencaci dan “Memburu” Muslimah di Sydney

Kelompok Anti Muslim Australia Mencaci dan “Memburu” Muslimah di Sydney

Ribuan Muslim Malaysia Menentang Pemurtadan

Ribuan Muslim Malaysia Menentang Pemurtadan

Skotlandia Memiliki Angka Kematian Paling Tinggi Terkait Narkoba di Uni Eropa

Skotlandia Memiliki Angka Kematian Paling Tinggi Terkait Narkoba di Uni Eropa

Baca Juga

Berita Lainnya