Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Selandia Baru Ikuti Australia, Larang Logo di Bungkus Rokok

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pemerintah Selandia Baru bakal mengikuti Australia dengan melarang pencantuman logo di bungkus rokok. Aturan baru ini akan menyerupai undang-undang di Australia yang diberlakukan sejak Desember. Logo di bungkus rokok diganti dengan peringatan bergambar.

“Aturan kemasan tersebut akan menghapuskan kesan glamor dari produk-produk mematikan ini,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Tariana Turia, dilaporkan BBC, Rabu (20/2/2013).

Pemberlakuan aturan rokok ini menunggu sampai tuntutan terhadap peraturan di Australia selesai. Pemerintah Selandia Baru juga telah menaikkan cukai rokok dan meminta peritel menyembunyikan rokok di bawah konter. Aturan ini dapat diusulkan di Parlemen tahun ini supaya dapat diberlakukan ketika kasus perdagangan di Australia selesai, paling cepat awal tahun depan.

Para produsen rokok kalah banding di pengadilan tertinggi Australia tahun lalu, namun Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) telah setuju untuk mendengar keluhan dari beberapa negara produsen tembakau yang dipimpin oleh Ukraina.

Ukraina, Zimbabwe, Honduras, Dominika, Nikaragua, dan Indonesia menyatakan, negara-negara lain seharusnya bisa memberlakukan kebijakan kesehatan tanpa harus membatasi perdagangan internasional dan tanpa menihilkan hak cipta.

Selandia Baru, Norwegia, dan Uruguay telah mendukung Australia dalam kasus WTO ini. Uruguay mengatakan bahwa badan perdagangan tersebut tidak dapat tinggal diam terkait ”pandemi paling serius yang menyerang kemanusiaan.”

Turia mengatakan, pemerintah Selandia Baru ingin meminimalisir kemungkinan masalah hukum dengan menunggu hasil kasus Australia. “Meski demikian, pemerintah telah merencanakan untuk mengalokasikan sampai 6 juta dolar Selandia Baru (USD 5,1 juta) untuk melawan tuntutan hukum yang mungkin muncul dari perusahaan-perusahaan tembakau yang sangat senang berperkara,” lanjutnya.

Pemerintah Selandia Baru menargetkan penghapusan rokok seluruhnya pada 2025. Turia mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan pengenalan langkah-langkah selanjutnya, seperti larangan merokok di mobil dan tempat umum serta kenaikan cukai lebih tinggi.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Sudan secara Resmi Meminta Mediasi Internasional dalam Sengketa Bendungan Grand Renaissance Ethiopia

Sudan secara Resmi Meminta Mediasi Internasional dalam Sengketa Bendungan Grand Renaissance Ethiopia

Thailand Larang Pengungsi Rohingya Masuki Wilayahnya

Thailand Larang Pengungsi Rohingya Masuki Wilayahnya

Mahkamah Agung Dukung Kebijakan Trump Larang Transgender Masuk Militer

Mahkamah Agung Dukung Kebijakan Trump Larang Transgender Masuk Militer

Persatuan Ulama Muslim Dunia Kecam Pembakaran Al-Qur’an oleh Kelompok Sayap Kanan Swedia

Persatuan Ulama Muslim Dunia Kecam Pembakaran Al-Qur’an oleh Kelompok Sayap Kanan Swedia

28 Masjid di Tajikistan Ditutup Pemerintah

28 Masjid di Tajikistan Ditutup Pemerintah

Baca Juga

Berita Lainnya