Selasa, 6 Juli 2021 / 26 Zulqa'dah 1442 H

Internasional

E-mail Skandal Diobok-Obok, Jenderal John Allen Mundur

Bagikan:

Hidayatullah.com—Jenderal John Allen komandan tertinggi pasukan Amerika Serikat di Afghanistan memilih untuk pensiun, hanya beberapa pekan sebelum ditunjuk sebagai pimpinan militer NATO.

Dilansir The Guardian Selasa (19/2/2013), Presiden Barack Obama mengumumkan dalam sebuah pernyataannya bahwa dia menerima permintaan Allen untuk pensiun dengan alasan agar “bisa memberikan perhatian pada masalah kesehatan di dalam keluarganya.”

Keputusan mundur dan menolak menjadi pimpinan militer NATO diambil Allen menyusul penyelidikan memalukan yang dilakukan oleh Pentagon atas akun surat elektroniknya, sehingga mengungkap hubungan mesranya dengan seorang wanita bersuami. Penyelidikan Pentagon itu terkait kasus skandal seks direktur CIA David Petraeus, yang akhirnya mengundurkan diri.

Kepada Washington Post Allen mengatakan, penyelidikan kasus itu menambah penderitaan istrinya yang sedang sakit-sakitan, mengidap berbagai macam penyakit termasuk kelainan sistem imun.

“Selama lebih dari 35 tahun, Kathy tercinta setia mendampingi saya sehingga saya bisa mengabdikan diri kepada negara,” kata Allen saat mengumumkan pengunduran dirinya.

Pencalonan diri Allen sebagai komandan militer tertinggi NATO sempat ditangguhkan pada bulan Nopember tahun lalu, menyusul penyelidikan FBI atas skandal seks Petraeus dengan penulis biografinya Paula Broadwell, yang kemudian menyeret nama Allen dan seorang wanita lain.

Seorang wanita sosialita asal Tampa bernama Jill Kelley diketahui mengirimkan e-mail kepada Allen, berisi keluhan atas Broadwell yang mengiriminya surat ancaman agar menjauhi David Petraeus. Tampa adalah kota di mana kedua pejabat militer AS itu pernah bertugas.

Penelusuran lebih lanjut menunjukkan, Allen dan Kelley ternyata sudah menjalin komunikasi erat sejak lama lewat ribuan e-mail. Pentagon mengatakan, isi surat-surat elektronik mereka sebagian merupakan e-mail bernada rayuan seksual dan intim.

Meskipun penyelidikan lebih lanjut oleh Departemen Pertahanan AS itu membebaskan Allen dari tuduhan pelanggaran etika militer apapun, namun terbongkarnya hubungan Allen dengan Kelley terlanjur membuat malu komandan perang teritinggi Amerika Serikat di Afghanistan itu.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Jumlah Korban Covid-19 Bertambah, Arab Saudi Kembali Tutup Masjid

Jumlah Korban Covid-19 Bertambah, Arab Saudi Kembali Tutup Masjid

Xenofobia Warga Turki Atas Pengungsi Suriah Meningkat

Xenofobia Warga Turki Atas Pengungsi Suriah Meningkat

Sudah 21 Tewas dalam Aksi Demontrasi Berdarah di Iran Selama 5 Hari

Sudah 21 Tewas dalam Aksi Demontrasi Berdarah di Iran Selama 5 Hari

Jack Ma Tidak Lagi Masuk Daftar Tokoh Terkemuka Pengusaha China

Jack Ma Tidak Lagi Masuk Daftar Tokoh Terkemuka Pengusaha China

Zionis Israel Bantu AS dalam Perang di Afghanistan

Zionis Israel Bantu AS dalam Perang di Afghanistan

Baca Juga

Berita Lainnya