Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Daging Sapi Tesco mengandung Babi

Bagikan:

Hidayatullah.com—Setelah ditemukan adanya DNA babi dalam produk sapinya, peritel terbesar Inggris Tesco memintah maaf kepada “para konsumen yang tidak mengkonsumsi babi.” Konsumen yang dimaksud adalah warga Muslim.

Dilansir Al-Arabiya (19/1/2013), skandal kandungan babi dalam produk sapi Tesco itu terkuak oleh Otoritas Keamanan Makanan Irlandia (FSAI) yang menemukan adanya DNA babi sebanyak 29% di sebagian produk berlabel “sapi” yang dijual Tesco.

“Kami mengerti dan memahami kekhawatiran para pelanggan kami yang tidak mengkonsumsi babi dan kami minta maaf kepada mereka,” kata jurubicara Tesco di London Emma Capon dalam surat elektroniknya kepada Al-Arabiya.

Capon juga mengkonfirmasi bahwa peritel terbesar ketiga dunia itu tidak memiliki toko di Timur Tengah dan tidak mengekspor dagingnya ke kawasan itu.

Namun, Tesco mengaku punya outlet di Turki dan Malaysia, negara di mana mayoritas penduduknya adalah Muslim. Menurut Capon, produk sapi Tesco yang mengandung babi itu tidak diekspor ke Turki atau Malaysia.

“Semua daging yang dijual Tesco Malaysia adalah halal disertifikasi oleh otoritas agama Islam negara itu baik di tingkat negara bagian maupun di tingkat federal,” kata Capon

Sementara di Turki, “kami menawarkan pelanggan pilihan daging halal atau tidak halal,” imbuhnya.

Capon mengatakn Tesco tidak ada rencana untuk membuka toko di Timur Tengah.

Mengenai kasus yang sekarang sedang dihadapinya di Inggris, Capon mengatakan bahwa meskipun FSAI menemukan adanya kandungan babi dalam produk sapinya, pihaknya memerlukan informasi lebih jauh tentang temuan itu agar perusahaannya bisa mengambil tindakan.

Produk-produk yang bermasalah itu datang dari suplier di Irlandia dan Inggris yang diperkirakan telah mencampur daging sapi dengan daging kuda.

Para pakar mngatakan, meskipun tidak ada indikasi bahaya kesehatan dari daging kuda atau babi, insiden itu menimbulkan masalah serius lain berupa penipuan. Hal itu disebabkan karena pada label produk itu tertulis barang bersangkutan adalah produk sapi dan tidak mengandung DNA babi atau kuda, serta menjadikan daging murah (babi) menjadi daging yang lebih mahal (sapi).

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan, insiden semacam itu “tidak dapat diterima” dan meminta agar segera dilakukan penyelidikan oleh lembaga pengawas kualitas makanan Inggris.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Buang Sial 6.000 Bangkai Babi China Terapung di Sungai Huangpu

Buang Sial 6.000 Bangkai Babi China Terapung di Sungai Huangpu

Zakat Umat Islam Dunia pada 2020 Jangkau Lebih dari 2 Juta Pengungsi

Zakat Umat Islam Dunia pada 2020 Jangkau Lebih dari 2 Juta Pengungsi

Kunjungi Penjajah Israel, Menlu Mesir Serukan Solusi Dua Negara

Kunjungi Penjajah Israel, Menlu Mesir Serukan Solusi Dua Negara

Ke Masjid Sheikh Zayed, Ratu Elizabeth II Pun Berkerudung

Ke Masjid Sheikh Zayed, Ratu Elizabeth II Pun Berkerudung

Kantor Pusat Produsen Semen LafargeHolcim Digeledah Terkait Pendanaan Terorisme

Kantor Pusat Produsen Semen LafargeHolcim Digeledah Terkait Pendanaan Terorisme

Baca Juga

Berita Lainnya