Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Dilarang Terbang Pasangan Muslim Tuntut United Airlines

Bagikan:

Hidayatullah.com—Sepasang Muslim di Amerika Serikat menuntut maskapai penerbangan United Airlines dengan tuduhan diskriminasi rasial, setelah mereka disuruh meninggalkan pesawat tujuan Minnesota pada tahun 2011, lapor CBS Minnesota (14/1/2013) mengutip Associated Press.

Muhammad al-Mulhim dan istrinya Dalal al-Mulhim menuntut United Airlines dan perusahaan pengiriman barang United Express ke pengadilan federal pekan lalu.

Pasangan itu mengatakan, mereka baru saja menikah ketika membeli tiket United dari Bandara Internasional Dulles, Washington, menuju Bandara Internasional St. Paul, Minneapolis, pada 10 September 2011.

Saat sudah berada di atas pesawat, seorang petugas United mendekati mereka dan mengatakan bahwa keduanya harus turun karena ada masalah dengan tas bawaannya. Tapi ternyata, tas-tas pasangan tersebut sampai ke Minnesota bersama pesawat itu, sementara keduanya ditinggal.

Pasangan Muslim itu merasa dipermalukan dan meminta ganti rugi dari United.

Perwakilan dari United mengatakan mereka tidak membiarkan terjadinya diskriminasi dan akan mengkaji tuntutan pasangan Muslim itu.

Saat ini, sebagaimana dilansir Bloomberg (16/1/2013), United Airlines juga sedang menghadapi tuntutan hukum oleh Otoritas Transportasi Regional negara bagian Illinois, dengan tuduhan menggunakan “lokasi palsu” di luar Chicago untuk menghindari pajak bahan bakar pesawat.*

Rep: Ama Farah
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Bangladesh Tak Akui Muslim Rohingya di Saudi Sebagai Warga

Bangladesh Tak Akui Muslim Rohingya di Saudi Sebagai Warga

Polisi Prancis Bubarkan Kamp Migran di Paris

Polisi Prancis Bubarkan Kamp Migran di Paris

Obama Bantah Tegang dengan Yahudi

Obama Bantah Tegang dengan Yahudi

Investigasi FBI Melaporkan ‘Tidak Ada Kesimpulan’ tentang Penyebab Ledakan di Beirut

Investigasi FBI Melaporkan ‘Tidak Ada Kesimpulan’ tentang Penyebab Ledakan di Beirut

Pemerintah Swiss Mengaku Salah Terlalu Melonggarkan Aturan Covid-19

Pemerintah Swiss Mengaku Salah Terlalu Melonggarkan Aturan Covid-19

Baca Juga

Berita Lainnya