Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Internasional

Rusia Serang Amerika dengan UU Adopsi Anak

Bagikan:

Hidayatullah.com—Era perang dingin antara Rusia dan Amerika Serikat sudah lewat, namun pada kenyataannya ketegangan antara kedua negara masih terus berlanjut. Hal itu terlihat dari ‘perang undang-undang’ yang dilakoni Kremlin dan Gedung Putih.

Dilansir Euronews (21/12/2012), majelis rendah parlemen Rusia, Duma, menyetujui undang-undang yang melarang adopsi anak Rusia oleh warga Amerika Serikat.

Para diplomat mengatakan, keputusan itu merupakan respon atas undang-undang baru di Amerika Serikat yang dibuat untuk mengkritik Kremlin soal dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebagaimana dilaporkan, baru-baru ini Washington meloloskan Magnitsky Act, undang-undang yang namanya diambil dari Sergei Magnitsky yang meninggal saat ditahan di penjara Moskow karena menyelidiki korupsi pemerintah Rusia.

Selama bertahun-tahun sebagian pihak di Rusia terus mendesak diberlakukannya peraturan adopsi yang lebih ketat, karena diduga banyak terjadi kekerasan terhadap anak-anak adopsi.

Sebelum pemungutan suara guna meloloskan rancangan undang-undang tersebut, Presiden Vladimir Putin dalam pidatonya berkata, “Mayoritas (orang Amerika) yang mengadopsi anak-anak kita berperilaku baik. Wakil rakyat di Duma bukan bereaksi atas hal itu, melainkan terhadap negara Amerika Serikat, di mana ketika kejahatan terjadi atas salah satu anak kita yang diadopsi, pengadilan Amerika seringkali tidak bereaksi, dan mereka membebaskan para pelaku yang jelas-jelas sudah melakukan kejahatan terhadap seorang anak.”

Putin direncanakan menandatangani peraturan baru itu pekan depan, setelah Senat menyetujuinya.

Undang-undang baru itu juga melarang kelompok lobi dan lembaga swadaya masyarakat yang mendapat sokongan dana dari Amerika Serikat melakukan aktivitas politik. Larangan mendapatkan visa Rusia dan pembekuan aset milik warga Amerika Serikat akan diberlakukan atas orang-orang yang melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Rusia di luar negeri.*

Rep: Ama Farah
Editor: Dija

Bagikan:

Berita Terkait

AS Beri Kemudahan Visa Calon Mahasiswa Indonesia

AS Beri Kemudahan Visa Calon Mahasiswa Indonesia

Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Usulan Simbol Islam Lambang Negara Ditolak Mufti Rusia

Misi Rahasia Belanda Latih Afrika Lawan Al-Qaidah

Misi Rahasia Belanda Latih Afrika Lawan Al-Qaidah

The Soros Foundation Hentikan Operasi di Turki setelah Dikritik Erdogan

The Soros Foundation Hentikan Operasi di Turki setelah Dikritik Erdogan

Kepala Terbentur Paus Benediktus XVI Pun Mundur

Kepala Terbentur Paus Benediktus XVI Pun Mundur

Baca Juga

Berita Lainnya