Sabtu, 4 Desember 2021 / 28 Rabiul Akhir 1443 H

Internasional

Pembocor ke WikiLeaks Mengakui Diperlakukan Seperti Binatang

Bradley Manning saat menuju sidang pra-peradilan di pengadilan di Fort Meade, Maryland.
Bagikan:

Hidayatullah.com–Barangkali benar juga kritikan mantan Presiden AS Jimmy Carter terhadap pelaksanaan hak asasi manusia di Amerika Serikat, bahwa AS melanggar 10 paragraf dari 30 paragraf Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Salah contoh  pembocor informasi ke WikiLeaks Bradley Manning telah diperlakukan seperti binatang di “kebun binatang” di dalam tahanan, sebagaimana disebutkan pengacara Manning.

Manning yang ditahan secara terpisah di sel kecil, diawasi terus-menerus selama 24 jam dan dipaksa untuk tidur telanjang 20 menit sehari. Ini merupakan pelanggaran terhadap hukum militer Amerika Serikat, sebut pengacara David Coombs.

“Setiap saat dalam hidupnya akan diawasi dan dilihat ditonton bagai kebun binatang,” katanya, dilansir laman The Australian, Rabu (12/12/2012).

Coombs berupaya menggagalkan tuntutan terhadap Manning, dalam suatu pembelaan di dalam sidang pra-peradilan.

Tuntutan yang dijatuhkan kepada pria berusia 24 itu termasuk tuduhan “membantu musuh,” karena membocorkan ratusan ribu dokumen AS militer dan diplomatik yang sensitif ke Julian Assange yang memiliki situs anti-kerahasiaan, WikiLeaks.

Manning ditangkap pada bulan Mei 2010 saat menjabat sebagai seorang analis intelijen di dekat Baghdad dan kemudian didakwa membocorkan sebagaian besar dokumen rahasia.

Awalnya ia dikirim ke penjara AS, berdekatan di Kuwait, sebelum dipindahkan ke penjara Markas Marinir di Quantico, Virginia, pada bulan Juli 2010.

Setelah sembilan bulan di sana, ia dipindah ke penjara Angkatan Darat AS di Fort Leavenworth, Kansas, pada April 20122. Baru di situ ia diperbolehkan berinteraksi dengan tahanan lainnya.

Selama pra-pengadilan di Forte Meade di Maryland, pembela berpendapat dakwaan harus digugurkan atas dasar bahwa penahanan Manning di Quantico tidak adil dan keras.

Pengadilan mendengar pendapat terhadap mereka yang terlibat dalam penahanan Manning, dari kepala penjara sampai para penjaga yang terus mengawasi selnya.

Manning mengakui, ia sempat frustasi pada awal penahanannya dan merenungkan untuk bunuh diri akibat permintaannya untuk kondisi yang lebih baik diabaikan.

“Saya tidak punya kaus kaki, pakaian tidak ada, saya tidak punya pakaian, saya tidak punya kacamata,” kata Manning.

Sidang pra-peradilan berikutnya ditetapkan 8 Januari 2013. Kasus ini diharapkan bisa diputuskan pada bulan Maret, kecuali tuntutan dihentikan dengan alasan tidak bisa dilanjutkan.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Aparat Johor Amankan 21 Pengikut Syiah

Aparat Johor Amankan 21 Pengikut Syiah

Dewan Menteri Dalam Negeri Arab Sebut Kanada Tak Bertangung Jawab

Dewan Menteri Dalam Negeri Arab Sebut Kanada Tak Bertangung Jawab

Sekolah Pertama Yang Gurunya Boleh Bawa Senjata

Sekolah Pertama Yang Gurunya Boleh Bawa Senjata

Mufti Saudi: Membakar Hingga Sebabkan Kematian, Haram

Mufti Saudi: Membakar Hingga Sebabkan Kematian, Haram

Muslim Ceko Protes Penggrebekan, Gereja Mendukung

Muslim Ceko Protes Penggrebekan, Gereja Mendukung

Baca Juga

Berita Lainnya